Menjelajahi Keindahan Kebun Teh Pagilaran
OBYEK Wisata di wilayah Kabupaten Batang di Jawa Tengah jarang diekspos ke dunia luar.
Usai menelusuri kebun dan lahan pembibitan teh, saatnya wisatawan menuju pabrik pengolahannya.
Di dalam pabrik tersebut, setiap tahunnya tidak kurang 8.000 ton teh diproduksi. Indahnya lanskap di kawasan perkebunan teh Pagilaran.
“70-80 persen teh kita diekspor ke luar sebagai teh premium. Kalau di Indonesia belum ada pasarnya,” tutur Rahmat Gunadi, Direktur Utama Pagilaran, seperti dikutip KompasTravel, Rabu (3/5/2018).
Kualitas premium
Kebun yang dikelola Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengirim teh hitam yang diproses secara ortodoks dan teh hijau kualitas premium ke Amerika, Inggris, Rusia, dan Jepang.
Di kawasan pabrik, Anda akan diajak berkeliling melihat mesin-mesin teh dengan ukuran sangat besar, mulai dari mesin oksidasi, pengeringan hingga sortasi. Rata-rata ukurannya sebesar mobil.
Wisatawan akan diajak ke bagian atas, untuk melihat proses produksi dari layar kaca. Karena pabrik ini sangat mengutamakan higienitas, Anda hanya bisa melihat dari atas melalui kaca, mulai pengeringan teh, sortasi, dan proses produksi lainnya.
Anda juga bisa diantar ke belakang untuk melihat daun-daun teh yang sudah dipetik dan dikeringkan di mesin pengeringan pertama dengan blower.
Belum lengkap kalau ke sini jika Anda tidak mencicip teh unggulannya. Teh premium Pagilaran bisa Anda cicip di bagian kantor.
Di sana terdapat kursi-kursi seperti kafe tempat menikmati teh asli Pagilaran. Rasa tehnya ringan, dan aromanya begitu segar. Anda juga bisa membawa pulang teh tersebut sebagai oleh-oleh.
Harganya bervariasi, mulai Rp 800 hingga Rp 350.000 untuk teh putih kecil. (Muhammad Irzal Adiakurnia/ron)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180513menjelajahi-keindahan-kebun-teh-pagilaran_20180513_141102.jpg)