Rabu, 13 Mei 2026

Rumah Tangga

Pengantin Baru, Waspadai Tahun Pertama Pernikahan Rentan Perceraian

Cobaan dalam pernikahan takkan pernah berhenti. Ketika hubungan sudah stabil dan usia pernikahan sudah bertambah.

Tayang:
Surya Malan
Ilustrasi 

Masa awal pernikahan terasa menyenangkan. Hari demi hari dilewati dengan hati berbunga-bunga bersama pasangan tercinta.

Tapi, dibalik itu, tahun pertama pernikahan adalah masa krusial karena rentan dengan perceraian.

"Mau pacaran selama apa pun, tahun pertama itu penuh cobaan," kata psikolog Ajeng Raviando dalam acara bincang-bincang "Istri Resik, Pernikahan Harmonis" di Jakarta, Senin (7/5/2018)

Pengantin baru yang sedang berbahagia menikmati bab baru dalam kehidupan, biasanya punya ekspektasi tinggi atas apa yang akan mereka jalani.

Baca: Inilah Sejarah Awal Bulan Madu Buat Pengantin Baru

Kekecewaan akan melanda ketika kenyataana tidak seindah yang diharapkan.

Menurut Ajeng, pada tahun pertama pernikahan pasangan suami istri sebaiknya belajar untuk menyesuaikan diri.

Jangan lupa untuk memahami kekurangan masing-masing serta menerimanya secara lapang dada.

"Ikhlas dan bersyukur atas hubungan tersebut adalah faktor pertama dalam menjaga keharmonisan," kata Ajeng.

Cobaan dalam pernikahan takkan pernah berhenti. Ketika hubungan sudah stabil dan usia pernikahan sudah bertambah.

Baca: Penyakit Kelamin Ini Paling Banyak Diderita Pengantin Baru

Masalah selanjutnya, mengatasi rasa bosan akibat terkungkung rutinitas.

Pasangan suami istri harus bisa menyiasatinya agar pernikahan mereka tetap terasa menyenangkan.

Komunikasi jadi kunci utama untuk menyelesaikan segala masalah dan perbedaan.

Jika ada unek-unek, bicarakan pada pasangan. Jika uneg-uneg dipendam terlalu lama bisa berpotensi membuat hubungan tidak harmonis.

Baca: Kasihan Pengantin Baru ini, Belum Apa-apa si Istri Sudah Kesakitan

Dia menambahkan, di Indonesia tren perceraian semakin meningkat dengan kenaikan 15-20 persen.

Menurut Ajeng, ada pergeseran nilai. Pernikahan kerap dijalani seperti sedang berpacaran. Jika dirasa kurang cocok, hubungan langsung diputuskan.

"Padahal yang namanya pernikahan butuh kerja keras, kesabaran dan usaha dari dua belah pihak."

Selain hubungan tidak harmonis, beberapa alasan penyebab perceraian di Indonesia meliputi tidak ada tanggung jawab, persoalan ekonomi, serta ada orang ketiga.

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved