Breaking News:

Ekslusif Wartakota

Kiyai NU Jelaskan Dasar Hukum Tahlilan dan Kirim Doa Bagi Orang Meninggal yang Dianggap Bidah

Tahlilan merujuk pada sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an.

wikimalaya.com
Tahlilan 

TAHLILAN secara bahasa  berakar dari kata hallala (هَلَّلَ) yuhallilu ( يُهَلِّلُ ) tahlilan ( تَهْلِيْلاً ) artinya adalah membaca “Laila illallah.” 

Istilah ini kemudian merujuk pada sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan untuk orang yang meninggal dunia. 

Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya.

Baca: Terdakwa Penyeroyokan dan Pembakaran Zoya Dijatuhi Vonis 7 Tahun dan 8 Tahun

Baca: Wartawan Irak Lempar Sepatu Kepada Presiden AS Calonkan Diri Jadi Anggota Parlemen dan Presiden

KH Abdul Manan A.Ghani, Ketua Lembaga Ta'mir Masjid PBNU, menuliskan bahwa tahlilan sering dilakukan secara rutin pada malam jum’at dan malam-malam tertentu lainnya.

Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas ulama’ boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut.

Baca: Polisi Ikut Tahlilan karena Bosan Menunggu Massa Bubar

Baca: Hari Ketiga Meninggalnya Yana Zein, Pihak Keluarga Gelar Tahlilan

Berdasarkan beberapa dalil, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya;

Halaman
12
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved