Senin, 13 April 2026

140 Anak Dikorbankan di Ritual Ini, Dibunuh dan Dikuburkan Massal

Para arkeolog penemu situs tersebut dari interdisipliner internasional Universidad Nacional de Trujillo dan Tulane University.

Huanchaquito-Las Llamas

 PARA arkeolog dibuat tercengang dengan situs yang mereka temukan akhir-akhir ini.

Penemuan situs itu berada di Peru tepatnya di Huanchaquito-Las Llamas, Trujillo.

Para arkeolog penemu situs tersebut dari interdisipliner internasional Universidad Nacional de Trujillo dan Tulane University.

Jika insiden pengorbanan manusia untuk ritual bangsa Aztec, Maya dan Inca hanya beberapa orang saja maka lain dengan situs Huanchaquito-Las LIamas ini.

Di situs ini 140 orang anak langsung dikorbankan untuk persembahan ritual secara massal.

Bukan hanya itu ada pula sebagian anak yang dibunuh secara bersamaan bersama Llama (semacam unta khas Amerika selatan) dan dikubur jadi satu.

situs pembantaian anak
situs pembantaian anak (Huanchaquito-Las Llamas)

Arkeolog mengklaim ini adalah acara ritual persembahan terbesar dalam sejarah manusia.

Awalnya pada tahun 2011, para arkeolog hendak menggali sebuah situs sebuah kuil di Huanchaquito-Las Llamas.

Namun mereka malah menemukan tulang jenazah 42 bocah dan 76 Llama.

Penggalian terus dilanjutkan hingga pada tahun 2016 lalu terkumpul tulang belulang sejumlah 140 orang bocah.

Umur tulang belulang itu diyakini sudah berada di kisaran 618 tahun.

Lantas kenapa bisa ada persembahan masaal ini dan apa alasannya?

Para arkeolog mempunyai hipotesis kuat.

Sebelum tahun 1475, daerah Huanchaquito dibawah kendali kekaisaran Chimu yang mempunyai kekuasaan 600 mil di sepanjang pantai pasifik Huanchaco (Peru saat itu).

Namun seperti kebanyakan pemikiran primitif orang-orang zaman dahulu yang akan selalu mengkait-kaitkan kejadian dengan hal mistis.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved