Yuk, Menikmati Yogya dari Puncak Suroloyo
YOGYAKARTA selalu menarik untuk dikunjungi. Ada banyak destinasi menarik yang bisa dieksplorasi di kawasan ini.
“Puncak Suroloyo itu adalah kenangan napak tilas Sultan Agung Hanyakrakusuma. Ia semedi di Puncak Suroloyo itu. Pejabat lain, bahkan pemimpin negeri ini seperti Soekarno, Soeharto, Megawati, dan SBY, pernah ke sini. Apalagi saat mau pemilu, tentu ramai,” kata Windarno, seperti dikutip KompasTravel, Jumat (23/3).
Itulah mengapa, sebenarnya puncak Suroloyo ini dianggap lebih cocok sebagai destinasi wisata religi. “Sebenarnya selain wisata sejarah, di sini lebih pada wisata religi,” kata Windarno.
Suroloyo berarti berani mati, dalam bahasa Jawa. Siapa pun yang mendaki, memang harus memiliki keteguhan hati karena tantangan terbesarnya adalah jalan ekstrem menuju puncak.
Sebagai contoh, untuk ke Suroloyo maka wisatawan bisa lewat 2 pintu. Jalan mana pun yang dipilih, mereka mesti menaiki lebih 200 anak tangga hingga terasa loyo saat tiba di atas.
Tapi panorama dari puncak sungguh tidak mengecewakan. Kelelahan akan diganjar pemandangan alam indah di lembah, seperti Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah Barat. Gunung Merapi dan Merbabu di Timur.
Candi Borobudur di Utara terlihat mungil. Bahkan, pantai di bagian Selatan juga kelihatan dari ketinggian itu.
“Borobudur saya zoom mentok pakai HP. Kelihatan jelas,” kata Windarno.
Pemandangan terbaik bisa didapat pada saat subuh, pagi hari, dan sore hari.
Saat itu, wisatawan bisa menyaksikan awan turun, ataulah matahari yang lembayung saat mau terbit maupun terbenam. Foto-foto di situ akan sangat indah kelihatannya.
Dua jalur
Untuk datang ke komplek Suroloyo, tersedia dua jalur yang bisa dipilih sebelum menuju Puncak Suroloyo. Pertama adalah rute Jalan Godean - Sentolo - Kalibawang dan rute kedua melalui Jalan Magelang - Pasar Muntilan - Kalibawang.
Untuk mencapai puncak Suroloyo, harus melewati perjalanan yang naik turun dengan kelokan tajam serta tanjakan yang curam.
Pergi ke sana, kita tentu harus memperhatikan alat transportasi dan perbekalan. Berkendara dengan mobil sebenarnya bisa sampai ke sana.
Bila berkendara dengan roda dua maka motor harus benar-benar fit, terlebih rem karena tanjakannya curam dan berat. Jalan menuju Suroloyo sejatinya beraspal halus, namun dengan tanjangan securam itu, semua pengendara harus serba hati-hati.
Kopi Suroloyo
Mereka yang baru pertama kali ke sana pasti akan menganggap puncak itu sangat jauh.
Karenanya perbekalan memang harus dibawa, tapi utamanya untuk menikmati di puncak Suroloyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180424menikmati-yogya-dari-puncak-suroloyo_20180424_172437.jpg)