Minggu, 10 Mei 2026

Berita Duka

Amoroso Katamsi Bertekad Jadi Dokter karena Neneknya

Wajahnya, mimiknya, gesturnya, sampai suaranya pun mirip dengan mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto.

Tayang:
YouTube
Amoroso Katamsi 

AMOROSO Katamsi lahir di Batavia, Hindia Belanda pada tanggal 21 Oktober 1940 adalah sosok yang tak hanya piawai berakting.

Pria ini juga seorang dokter kesehatan jiwa sekaligus tentara.

Namanya dikenal masyarakat Indonesia sejak membintangi Panglima Komando Strategi Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto dalam film Pengkhianatan G 30 S-PKI pada tahun 1982 yang disutradarai oleh Arifin C. Noer

Film itu bukan hanya berhasil menjadi yang terlaris di bioskop Indonesia sejak 1984 sampai 1995.

Film Pengkhianatan G30S/PKI juga wajib diputar di televisi setiap tahun dan anak-anak sekolah wajib menontonnnya.

Dr Amoroso Katamsi memang identik dengan peran sebagai Soeharto.

Sudah tiga kali aktor kelahiran 1940 itu memerankan Soeharto di layar lebar.

Wajahnya, mimiknya, gesturnya, sampai suaranya pun mirip dengan mantan Presiden Republik Indonesia, Soeharto.

Saat masih duduk di bangku SMP, neneknya meninggal akibat operasi yang dilakukan gagal.

Dr Amoroso Katamsi sempat terpukul, lalu bangkit dan bertekad menjadi dokter.

Soeharto dan Soekarno
Soeharto dan Soekarno (Wikipedia)

Setelah lulus SMA dia berangkat menuju Yogyakarta, untuk melanjutkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.

Di Yogyakarta, Dr Amoroso Katamsi sering ikut sandiawara radio RRI Yogyakarta. Sembari kuliah, dia tak meninggalkan kegemarannya berdeklamasi.

Dalam sebuah lomba deklamasi dimana Rendra (alm) menjadi jurinya, Rendra (alm) tertarik dengan penampilannya dan mengajaknya bermain drama bersama kelompok Studi Drama Jogja, dan di grup inilah dia bertemu dengan Arifin C. Noer (alm).

Bertemu dengan Pranawengrum (alm), penyanyi seriosa yang kelak menjadi istrinya, dalam sebuah perjalanan kereta api dari Banyuwangi, Jawa Timur, menuju acara Pekan Kesenian Mahasiswa di Denpasar, Bali.

Mereka menikah pada tahun kelima kuliahnya, ketika dia bergelar doktorandus, padahal masih diperlukan dua tahun lagi dia meraih gelar dokter.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved