Jumat, 17 April 2026

Anak-anak Sanggar Si Pitung Kenalkan Tradisi Sunatan Betawi

Arak-arakan dan petasan yang ditunjukkan di awal acara menjadi bentuk tanda syukur karena anak bersedia dikhitan.

Sanggar Sipitung Silat Jingkrik Rawa Belong menampilkan prosesi sunatan Betawi dalam Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (14/4/2018) petang. Sebanyak 33 perguruan silat asal nusantara yang mengikuti Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digelar mulai dari Jumat (13/4/2018) hingga Minggu (15/4/2018). (Foto: Istimewa) 

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- "Eh botol kecap," tanya seorang anak Jago Kandang yang segera dijawab Penganten Sunat, "Ane bukan botol kecap!,"

"Terus apaan?" tanyanya lagi.

"Ane botol infus," jawab Penganten Sunat.

Percakapan kedua anak asal Sanggar Si Pitung Silat Jingkrik Rawa Belong itu membuka prosesi sunatan Betawi yang ditampilkan dalam Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (14/4/2018) petang.

Sanggar Sipitung Silat Jingkrik Rawa Belong usai menampilkan prosesi sunatan Betawi dalam Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (14/4/2018) petang. Sebanyak 33 perguruan silat asal nusantara yang mengikuti Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digelar mulai dari Jumat (13/4/2018) hingga Minggu (15/4/2018).  (Foto: Istimewa)
Sanggar Sipitung Silat Jingkrik Rawa Belong usai menampilkan prosesi sunatan Betawi dalam Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (14/4/2018) petang. Sebanyak 33 perguruan silat asal nusantara yang mengikuti Festival Pencak Silat Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang digelar mulai dari Jumat (13/4/2018) hingga Minggu (15/4/2018). (Foto: Istimewa) ()

Keduanya pun saling beradu argumen dan pantun tidak mau mengalah.

"Eh Badut," sapa Penganten Sunat, di jawab Jago Kandang "Ane bukan badut, cuma sedikit gendut,".

"Lah itu ngaku," balas Penganten Sunat.

Tidak mau kalah, Jago Kandang yang memang memiliki tubuh gempal itu kemudian membalas ejekan dengan sebuah pantun.

"Biar kate perut ane gendut, tapi ane kagak kalah jago. Biar perut ane gendut, gini-gini adenya Aliando," balas Jago Kandang disambut meriah penonton yang memenuhi halaman Candi Bentar.

Tidak puas dengan kata-kata, Si Jago kandang yang mengenakan pakaian kuning segera memasang kuda-kuda dan menantang Penganten Sunat.

Walau berbadan kecil, Penganten Sunat tidak mundur, perkelahian pun dimulai dengan tangan kosong dan ayunan golok.

Suasana pun semakin panas ketika Si Jago Kandang kewalahan.

Lima orang Centeng-anak buah Si Jago Kandang, kemudian mengeroyok Penganten Sunat sendirian.

Dalam cerita, sang Penganten Sunat berhasil mengalahkan mereka, adegan pun diakhiri dengan mencium tangan dan mempersilahkan rombongan Penganten Sunat melintas.

Cerita di balik adegan Palang Pintu Sunatan Anak Betawi itu dijelaskan Ketua Sanggar Sipitung Silat Jingkrik Rawa Belong, Bahtiar menggambarkan kedewasaan sang anak yang hendak melaksanakan prosesi sunat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved