Krisis Suriah

Ini Sebabnya AS dan Perancis Ngotot Berikan Aksi Tegas pada Suriah

Tanggal operasi militer ke Suriah masih belum ditentukan. Namun, Amerika Serikat ( AS) dan Perancis mengatakan kalau aksi tegas harus dilakukan.

Ini Sebabnya AS dan Perancis Ngotot Berikan Aksi Tegas pada Suriah
AFP/Timothy A Clary via Kompas.com
DUTA Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menunjukkan foto-foto korban dari dugaan serangan gas beracun di Suriah, pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Rabu (5/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut. 

TANGGAL operasi militer ke Suriah masih belum ditentukan. Namun, Amerika Serikat ( AS) dan Perancis mengatakan kalau aksi tegas harus dilakukan.

Sebabnya, kedua negara itu mengaku mempunyai bukti bahwa rezim Presiden Bashar al Assad menggunakan senjata kimia ke kawasan Douma, Ghouta Timur.

Dari Negeri "Paman Sam", pernyataan tersebut diungkapkan oleh Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, sebagaimana dilansir oleh MSNBC via Politico Kamis (12/4/2018).

"Jelas, kami saat ini mempunyai bukti yang cukup. AS akan bersikap tegas sampai tim penasihat keamanan nasional selesai dengan rumusan opsi," kata Haley.

Baca: Laut Tengah Memanas, Penyiar TV Rusia Ini Berikan Tip Hadapi Perang Dunia III

Tidak jauh berbeda dengan Haley, Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengatakan kalau gas beracun jenis klorin ditemukan di Douma.

"Namun, kami tidak bisa mengatakan kepada Anda jenis bukti yang kami dapatkan," kata Macron kepada TF1 via Washington Post.

Ucapan Macron itu bertolak belakang dengan Desember 2017. Saat itu, dia mendesak agar negara Barat mengedepankan dialog dengan Assad.

Baca: 10 Kapal Perang dan 2 Kapal Selam AS Berlayar ke Suriah, Terbesar Sejak Invasi Irak 2003

"Bagaimanapun, Assad harus bisa memberikan jawaban dugaan kejahatan yang dia perbuat terhadap rakyatnya," tutur presiden 40 tahun tersebut.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved