Kapal Induk AS Mendekat, China Bersiap Ladeni Ancaman Paman Sam
China menggelar latihan AL setelah AS mengerahkan kapal induk USS Theodore Roosevelt di Laut China Selatan, Selasa (10/4/2018).
WARTA KOTA, BEIJING --- Angkatan Laut (AL) China dilaporkan menggelar latihan selama tiga hari di Laut China Selatan, dimulai pada Rabu (11/4/2/2018) hingga Jumat (13/4/2018).
Dilaporkan South China Morning Post (SCMP) Kamis (12/4/2018), latihan itu digelar di Sanya yang menjadi pangkalan kapal selam terbesar Asia, di selatan Provinsi Hainan.
Baca: Jam-jam Menegangkan, Ini Kekuatan Militer AS, Inggris, dan Perancis VS Suriah dan Rusia
Sebelumnya, AL China telah menggelar di Boao sejak Kamis pekan lalu (5/4/2018) hingga Rabu, dan melibatkan kapal induk Liaoning.
SCMP memberitakan, latihan itu digelar setelah AL Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk USS Theodore Roosevelt di Laut China Selatan Selasa (10/4/2018).
Pakar AL Li Jie berkata, melalui latihan itu China mengirim pesan kepada negeri Paman Sam itu bahwa mereka siap untuk menghadapi ancaman seperti apapun.
Baca: Rusia Siapkan Antirudal Canggih untuk Lindungi Suriah, Ini yang Disiapkan AS dan Sekutunya
Apalagi secara geografis, China mempunyai keuntungan jika ketegangan di Laut China Selatan terjadi. Kawasan Sanya mempunyai beberapa kanal bawah air, dan selat yang bisa membantu armada kapal selam China melewati hadangan AS.
Hainan, tutur Li, adalah titik pertama kebijakan Inisiatif Sabuk dan Jalan. Adapun Laut China Selatan merupakan kawasan strategis untuk menyukseskan proyek itu.
"Beijing ingin menyatakan kepada Washington bahwa angkatan laut mereka mempunyai kemampuan untuk mempertahankan kepentingan nasional," papar Li.
Song Zhongping, mantan anggota Korps Artileri Kedua China berkata, angkatan laut Negeri "Panda" tampak "menahan diri" pada latihan terbaru.
Indikasinya terlihat dari lokasi berlangsungnya latihan. China tidak menggelarnya di kawasan sensitif seperti Pulau Paracel, atau Kepulauan Spratly.
Baca: Akibat Serangan Gas Beracun, 500 Warga Suriah di Douma Terpapar Zat Kimia Berbahaya
"Namun, latihan itu juga menjadi ajang unjuk kekuatan China terhadap siapapun yang mencoba mengklaim teritori itu," kata Song.
Lebih lanjut, peneliti Studi Internasional di Sekolah S Rajaratnam, Oh Ei Sun mengatakan, saat ini Asia sedang memperhatikan China dan AS di perairan tersebut. Oh menyatakan, seperti negara lainnya, China memang berhak untuk menggelar latihan militer.
"Tetap saja, kami tidak ingin melihat provokasi seperti ini," jelasnya. (Ardi Priyatno Utomo)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapi AS, AL China Gelar Latihan Selama 3 Hari"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180412-kapal-induk-liaoning_20180412_233035.jpg)