Dermaga Labirin Pulau Pramuka Jadi Destinasi Wisata Baru

Sembilan wahana wisata baru, termasuk Dermaga Labirin Pulau Pramuka, diharapkan menjadi lokasi destinasi wisata favorit wisatawan Kepulauan Seribu.

Dermaga Labirin Pulau Pramuka Jadi Destinasi Wisata Baru
Warta Kota
Destinasi wisata yang menawan di Pulau Pramuka jadi unggulan. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Dicanangkan pemerintah pusat sebagai salah satu destinasi wisata nasional, pembangunan kawasan wisata Pulau Pramuka telah rampung dilakukan.

Sembilan wahana wisata baru, termasuk Dermaga Labirin Pulau Pramuka, diharapkan menjadi lokasi destinasi wisata favorit wisatawan Kepulauan Seribu.

Rampungnya pembangunan kawasan wisata terpadu itu diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Evi Herlina merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Destinasi wisata yang menawan di Pulau Pramuka jadi unggulan.
Destinasi wisata yang menawan di Pulau Pramuka jadi unggulan. (Warta Kota)

Peresmian tersebut katanya menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Jakarta Kepulauan Seribu, khususnya Pulau Pramuka yang diketahui merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

"Sarana dan Prasarana wisata yang ada di Pulau Pramuka akan kita resmikan, Insya Allah 19 April mendatang oleh Bapak Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno. Dalam peresmian, rencananya juga akan dilakukan penanaman pohon di area konservasi selatan Pulau Pramuka," ungkapnya dihubungi pada Rabu (11/04/2018).

Lebih lanjut diungkapkannya, tercatat ada sebanyak sembilan wahana yang kini siap digunakan di sebelah timur Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, antara lain tracking mangrove, labirin mangrove, arena snorkeling, diving, kolam renang, wall climbing, flying fox, dermaga labirin dan pantai berpasir tempat sarana untuk berjemur.

Seluruh wahana tersebut katanya dibangun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (RI) lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 8,4 miliar. Anggaran tersebut juga digunakan untuk konservasi mangrove di sebelah selatan Pulau Pramuka.

"Diharapkan setelah diresmikan ini wisatawan makin banyak yang berkunjung, karena dibuka untuk umum. Sehingga peningkatan bukan pajak daerah meningkat dan tentunya perekonomian masyarakat juga bertambah," tutupnya.

Harapan serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiati. Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Seribu, baik lokal maupun mancanegara akan meningkat ke depannya.

"Saya optimis (kedatangan wisatawan) meningkat, karena wahananya memang sangat bagus. Kalau melihat data kunjungan sekarang mencapai 10.000 orang setiap minggunya, adanya wahana ini bisa naik dari itu, khususnya musim liburan," ungkapnya.

Optimisme dibuktikannya lewat data kunjungan wisatawan saat libur Imlek yang jatuh pada awal tahun 2018 lalu, jumlah wisatawan lokal mencapai 10.141 orang dan wisatawan mancanegara mencapai 842 orang. Jumlah tersebut katanya meningkatkan jika dibandingkan pada imlek tahun lalu, yakni sebanyak 9.427 orang wisatawan lokal dan sebanyak 552 orang wisatawan mancanegara.

"Sekarang tinggal bagaimana menjaga dan mengelola agar kawasan wisata tetap asri," tutupnya menambahkan. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved