Jumat, 17 April 2026

2 Pendaki Putri Indonesia Mendaki Gunung Everest

Dua pendaki putri Indonesia dari Mahitala Unpar bertolak ke Nepal untuk mendaki gunung tertinggi dunia, Mt Everest.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO
Dua pendaki putri Indonesia dari Mahitala Unpar, Fransiska Dimitri Inkiriwang (kiri) dan Mathilda Dwi Lestari saat memberi keterangan di Sekretariat Negara, Kamis (29/3/2018). 

Ia menambahkan, persiapan mendaki Gunung Everest sudah dilakukan sejak tahun 2014.

Tahun tersebut adalah dimulainya pendakian ke tujuh benua yakni ke Carstensz Pyramid, Papua.

"Alat-alat pendakian sudah sejak awal disiapkan dan latihan fisik tak pernah putus. Dari segi finansial dari tahun 2014, kami cari sponsor sana-sini hingga mendapat dukungan dari Bank BRI," ujarnya.

Dukungan presiden

Pendakian Gunung Everest oleh kedua pendaki perempuan turut menyita perhatian Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono.

"Pada intinya bapak Presiden secara prinsip mendukung kegiatan positif para pemuda atau dalam hal ini pemudi untuk mencapai cita-citanya," katanya.

Menurutnya, Jokowi mendukung kegiatan pendakian Gunung Everest karena optimistis tim bisa membawa nama harum Indonesia di kancah internasional.

"Beliau sangat mendukung secara spesifik karena memang kegiatan mereka bukan hanya membawa nama pribadi, bukan membawa nama WISSEMU atau Unpar, tetapi bisa membawa Indonesia ke panggung internasional dengan mendaki tujuh puncak dunia. Upaya ini disambut baik karena beliau percaya bisa membawa nama harum bangsa," jelasnya.

Sebelumnya, WISSEMU berhasil mendaki enam puncak tertinggi di 6 benua berbeda, yakni Puncak Jaya atau Cartensz Pyramid di Oseania, Elbrus di Eropa, Kilimanjaro di Afrika, Aconcagua di Amerika Selatan, Denali di Amerika Utara, dan Vinson Massif di Antartika.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved