Film Partikelir Buat Pandji Pragiwaksono Pusing Jalani Debutnya
Aktor dan komika Pandji Pragiwaksono (38) mulai mengembangkan karirnya di industri perfilman Indonesia.
Penulis: Arie Puji Waluyo |
"Dalam penggarapan skenario sampai draft terakhir, gua juga dibantu sama istri gua. Selain di film ini memang istri gua yang selalu berada di balik layar gua, ketika gua show keliling stand up. Jadi jokesnya dia juga sangat bagus membantu di film ini," jelas Pandji.
"Untuk Awe memang gua sudah banyak kerjasama sama dia. Dia juga perannya sentral banget di film ini. Karena memang Awe bisa membuat dialog humornya menjadi cair," ungkap Pandji.
Lanjut Pandji, Gamila mampu membuat cerita Partikelir menjadi lebih menarik untuk sisi drama meskipun film tersebut bergenre Action komedi.
"Ada beberapa masukan seperti memunculkan cerita pengguna narkoba yang membuat gua flashback sama cerita masa lalu gua," ujar Pandji Pragiwaksono.
Partikelir menceritakan kisah persahabatan antara Adri dan Jaka (Deva Mahenra), yang sudah bersahabat sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Persahabatan mereka pun memiliki obsesi. Keduanya ingin menjadi detektif. Adri lebih berani dan berpikir cepat, sementara Jaka strategis dan berpikir panjang.
Ketika SMA, mereka dikenal sering mengurusi kasus-kasus di sekolah. Dari 'Misteri Berkurangnya Bihun Risol', 'Misteri Hilangnya Gesper Kepala Sekolah', dan 'Misteri Kancut Penyumbat WC Sekolah'.
Sebuah kasus berdampak kepada persahabatan mereka yang mengakibatkan mereka terpisah pada saat kuliah.
Jaka sudah bekerja menjadi pengacara di Law Firm Litigasi, sementara Adri masih terobsesi menjadi detektif Partikelir (swasta).
Suatu hari, Adri menerima job dari perempuan cantik bernama Tiara (Aurelie Moeremans) yang tiba-tiba ayahnya tertembak.
Itu yang membuat Adri berada ditengah kasus serius dan meminta bantuan Jaka, untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya itu.
Dalam film Partikelir, Pandji menggaet artis-artis ternama seperti Deva Mahenra, Aurelie Moeremans, Lala Karmela, Cok Simbara, Gading Marten, Tio Pakusadewo, dan lain-lain.