Sudah Harganya Terus Meroket, Ini Bukti Kecurangan Pengisian BBM di SPBU Pertamina
Modus kecurangan SPBU ramai dibicarakan setelah warga mampu membuktikan kecurangan yang dialaminya.
WARTA KOTA, PALMERAH -- Modus kecurangan SPBU ramai dibicarakan setelah warga mampu membuktikan kecurangan yang dialaminya.
Padahal, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus meroket, baru saja dinaikkan dari Rp 7.600 jadi Rp 7.800.
Ternyata, warga benar-benar dicurani oleh SPBU di antaranya bertuliskan Pertamina dengan petugas-petugas juga berseragam Pertamina.
Video yang diunggah membuktikan kecurangan yang dialami warga.
Apakah warga harus ramai-ramai melakukan upaya serupa itu di saat mereka mengisi BBM di SPBU milik Pertamina?
Pertamina telah mengakuinya dan mengganti kelebihan biaya khusus pemilik mobil Nisaan Serena tersebut, tapi ribuan warga lainnya yang juga mengisi BBM di SPBU itu tidak mendapatkan ganti rugi.
Sebuah video pemilik mobil Nissan Serena lagi isi bahan bakar di SPBU, viral di media sosial diunggah di Instagram.
Video yang diposting pemilik akun @Prakoso Aji Satrio, membuat kaget banyak netizen.
Banyak warga yang sudah tahu kalau tangki bahan bakar Nissan Serena itu hanya sanggup menampung maksimal 60 liter bahan bakar.
Namun, dalam video itu nampak angka petunjuk di dispenser sudah lebih dari 73 liter.
Itu membuat total pembelian bahan bakar jenis Pertalite, jadi mencapai Rp 593.568 atau hampir Rp 600.000.
Apalagi, mobil itu juga tidak dalam keadaan kosong sama sekali di saat sampai di SPBU itu, mungkin masih tersisa sekitar 10 liter.
Pria pemilik Nissan Serena berplat nomer B 2224 SBE dalam video itu bilang bahwa bahan bakar yang harus dibayar itu melewati kewajaran.
Dia kemudian juga ungkapkan pada petugas SPBU kalau tangki bahan bakarnya cuman 60 liter.
"73 liter. Ini 60 liter nggak ada, mas," begitu yang dikatakan pria pemilik Nissan Serena itu.