Rabu, 29 April 2026

Dua Anggota TNI AU Dikeroyok Ormas Berusia Remaja di Bekasi

Pernyataan Ade, rupanya membuat para pelaku jengkel hingga tersangka Adli mendorong dan memukul Ade.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Murtopo
Istimewa
ILUSTRASI Penganiayaan 

WARTA KOTA, BEKASI -- Dua anggota TNI Angkatan Udara (AU) dikeroyok oleh sekelompok organisasi masyarakat (Ormas) di Jalan Jati Kramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi persis di depan pusat perbelanjaan Giant pada Kamis (22/3) pukul 01.30.

Ironinya, pelaku yang mengeroyok itu masih berusia remaja.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, kasus pengeroyokan itu dialami oleh dua anggota TNI AU bernama Praka Adi Septiyanto (28) dan Praka Hendrik Kereh (29).

Kejadian berawal saat tersangka M. Aldi Pratama (19) bersama 14 rekannya meminta jatah preman dengan mengambil paksa sembilan durian milik Ade yang tersimpan di lapak.

Korban yang tinggal di Rusunawa Mabes Blok D, Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi ini merasa keberatan dengan permintaan Aldi.

Sebab, korban yang bekerja sampingan sebagai pedagang durian ini akan mengalami kerugian bila para pelaku mengambil durian sebanyak itu.

"Jangan meminta duren sebanyak itu saya kan jualan durian pakai modal uang, nanti saya bisa rugi," kata Erna menirukan ucapan Ade kepada para pelaku, Kamis (22/3).

Pernyataan Ade, rupanya membuat para pelaku jengkel hingga tersangka Adli mendorong dan memukul Ade.

Saat bersamaan, rekan korban Hendrik datang ke lokasi untuk membantu Ade.

Namun karena jumlahnya tidak seimbang, Ade dan Hendrik akhirnya kalah dan mengalami luka di bagian wajah dan tubuh akibat dikeroyok. Puas melampiaskan amarahnya, tersangka melarikan diri.

Tidak terima menjadi korban kebrutalan para remaja itu, kedua korban melaporkan hal ini ke Mapolrestro Bekasi Kota untuk ditelusuri.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan saksi serta korban.

"Dari penyelidikan itu, penyidik berhasil mengidentifikasi tersangka dan tempat tinggalnya. Beberapa jam kemudian, penyidik mengamankan Aldi di rumahnya di daerah Jatiwaringin," jelasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kota AKBP Dedy Supriadi menambahkan, penyidik masih mengejar rekan tersangka yang saat ini bersembunyi di wilayah Bekasi. Guna memperkuat penyidikan, polisi merekomendasikan agar korban menjalani visum luka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

"Tersangka telah mengakui perbuatannya. Dia dan teman-temannya mengeroyok korban karena merasa tersinggung ketika diminta durian, korban menolak," kata Dedy.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved