Kamis, 9 April 2026

Halal Trip Diyakini akan Jadi Primadona Baru Industri Pariwisata

Di sejumlah negara lain konsep perjalanan ini sudah mulai digemari oleh pelancong beragama Muslim, termasuk dari Indonesia.

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Gede Moenanto Soekowati
Sajian dan menu wisata halal jadi andalan negeri gajah putih, Thailand. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Wisata halal memang belum booming di Indonesia.

Padahal, di sejumlah negara lain konsep perjalanan ini sudah mulai digemari oleh pelancong beragama Muslim, termasuk dari Indonesia.

Sedangkan Indonesia, sebagai negara dengan muslim terbesar di dunia, secara logika memiliki potensi besar dalam hal ini.

Hanya saja, masih sedikit pihak yang menggarap karena sejumlah keterbatasan.

Hal ini diungkapkan Tengku Muhammad Ali saat deklarasi Asosiasi My Halal Trip Indonesia (MHTI) di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Sajian dan menu wisata halal jadi andalan negeri gajah putih, Thailand.
Sajian dan menu wisata halal jadi andalan negeri gajah putih, Thailand. (Warta Kota/Gede Moenanto Soekowati)

Tengku sendiri menjabat sebagai ketua umum dalam asosiasi itu.

"Umat muslim terbesar di dunia ada di Indonesia. Di satu sisi inilah pasar yang sangat luar biasa. Banyak muslim yang pergi ke negara non muslim yang sulit mendapatkan yang halal. Pun tidak cukup banyak mendapatkan iktibar (pelajaran) dari perjalanan itu karena konsepnya hanya perjalanan wisata biasa saja," kata Tengku.

Tengku menambahkan, melihat potensi pasar yang sangat besar ini, sebanyak 600 agen perjalanan sudah bergabung dalam MHTI saat asosiasi ini diresmikan.

Selanjutnya, MHTI akan menyatukan pandangan serta mengkampanyekan lebih luas lagi konsep halal trip tersebut.

"Kami sudah mencoba program bernama Jelajah Negeri Para Nabi yakni paket perjalanan ke Masjidil Aqso, Mesir, Yordania dan beberapa negara lain. Dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dalam waktu singkat lebih dari 5000 orang kami berangkatkan," ujarnya.

Selain sejumlah destinasi wisata luar negeri, ratusan agen perjalanan dalam asosiasi itu saat ini juga sedang gencar menggarap perjalanan wisata halal ke destinasi-destinasi domestik.

Asosiasi juga mendorong agar anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia bisa mengajukan paket wisata halal baru yang nantinya akan disuport bersama-sama oleh anggota lainnya dengan tentunya menerapkan pola kerjasama.

"Untuk domestik selain mendorong wisata halal di berbagai wilayah kami juga berupaya untuk mendorong hotel-hotel di Indonesia, termasuk di Bali, untuk menyediakan fasilitas bagi wisatawan muslim," kata dia.

Ia juga mendorong mitra untuk mengangkat destinasi berbasis Islam di wilayahnya masing-masing untuk diboomingkan sebagai tujuan wisata halal bagi masyarakat, misalnya jelajah wali, masjid bersejarah, keraton dan sebagainya.

"Intinya, kami ingin memajukan wisata halal domestik dan mancanegara. Melindungi nilai-nilai umat yang sangat vital dalam perjalanan yang kami buat. Kami fokus nilai halal dalam syiar. Dalam waktu dekat kami juga akan adakan halal fair tour yang saat ini belum pernah ada di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved