Komplotan Pembuat Meterai Palsu Merugikan Negara Ratusan Juta Rupiah

Polisi menangkap delapan orang komplotan pelaku pemalsuan meterai, yakni DJ, HK, IS, AS, AF, AT, PA, dan ZF.

Komplotan Pembuat Meterai Palsu Merugikan Negara Ratusan Juta Rupiah
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ilustrasi meterai palsu. 

WARTA KOTA, SEMANGGI---Polisi menangkap delapan orang komplotan pelaku pemalsuan meterai, yakni DJ, HK, IS, AS, AF, AT, PA, dan ZF.

Akibat ulah pelaku yang menjual puluhan ribu lembar meterai palsu, negara mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kasubdit Forensik dan Barang Bukti Direktorat Intelejen Perpajakan Joni Isparianti mengatakan, tindakan para itu sangat merugikan negara, tepatnya pendapatan untuk kas negara.

Baca: Meterai Palsu Buatan Afrida Dijual Rp 80.000

Mereka begitu lihai dalam membuat meterai, sehingga menyerupai aslinya.

"Ini yang saya pegang ada 25.000 meterai 6.000 yang dijual pelaku seharga Rp 1.500. Seharusnya dijual oleh negara 6.000. Dikalikan saja 25.000 meterai dengan harga normal Rp 6.000, ketemu harga Rp 150 juta, dan harusnya itu masuk ke kas negara," kata Joni di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/3/2018).

Menurut Joni, meski meterai palsu itu sekilas tampak asli, masih bisa dibedakan bila diteliti.

Baca: Jual Meterai Palsu Omzetnya Rp 300 Juta/Bulan

Meterai asli yang dikeluarkan Peruri itu memiliki hologram, yang mana akan tampak saat dilihat oleh mata biasa. Sedang meterai yang palsu itu tidak memiliki hologram.

Sementara itu, Kasubdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sandy Hermawan mengatakan, pelaku terbagi menjadi dua kelompok dalam menjalankan aksinya.

Adapun penyelidikan itu dilakukan sejak 2 Januari 2018.

Mereka, kata Sandy, ditangkap di tiga lokasi yang berbeda, yakni Bogor, Bandung, dan Jakarta. Aksinya itu sudah dilakukan pelaku sejak 2015.

Meterai 3.000 dan 6.000 palsu itu dipasarkan pelaku melalui online shop dan toko kelontong.

"Materai 6.000 itu dijual oleh mereka Rp1.500, ini harganya jauh dibandingkan harga aslinya. Kami juga sudah periksa mana saja sasaran melalui daring," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved