Home »

News

» Jakarta

Meterai Palsu Buatan Afrida Dijual Rp 80.000

Mereka menjual meterai palsu tersebut dengan murah dan dibawah harga pasaran. Padahal meterai yang asli dihargai Rp 6.000 per kepingnya.

Meterai Palsu Buatan Afrida Dijual Rp 80.000
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Barang bukti meterai palsu. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap Asrizal (34) dan Afrida (47), dua dari tiga orang pengedar meterai palsu. Mereka mengedarkan meterai palsu melalui situs jual beli daring.

Dalam menjalankan aksinya, mereka menjual meterai palsu tersebut dengan murah dan dibawah harga pasaran. Padahal meterai yang asli dihargai Rp 6.000 per kepingnya.

"Untuk satu lembarnya isi 50 meterai, dihargai Rp 80.000," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris M Faruq, Rabu (14/2/2018).

Asrizal yang bertugas memasang iklan dan menjual meterai palsu di situs jual beli daring mendapat upah Rp 40.000 untuk setiap lembar meterai isi 50 keping.

Baca: Dua Pengedar Materai Palsu Diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Sedangkan Afrida bertugas membuat meterai palsu di rumahnya. Afrida mendapatkan keahliannya tersebut setelah belajar dari temannya yang sudah diringkus anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok satu tahun yang lalu.

"Mereka sudah beroperasi selama dua tahun terakhir. Satu pelaku lainnya berinisial H masih dalam pengejaran," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso.

Barang bukti yang diamankan yakni 400 lembar meterai siap edar, dua amplop cokelat besar, tiga buah ponsel, dua buah KTP, satu alat sablon meterai, dua buah lem FOX, lima buah alat kuas les, satu cairan kimia, dan 15 lembar resi pengiriman.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 253 KUHP dan Pasal 13 UU RI Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

Mereka ditangkap di daerah Cipayung, Jakarta Timur, di rumah Afrida yang selama ini dijadikan tempat pembuatan meterai palsu, Kamis (8/2/2018). 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help