Minggu, 3 Mei 2026

Air Bersih Sulit Didapatkan Bahkan Ditemukan Cacing Merah dan Keruh

Dinyatakan, sulitnya mencari sumber air bersih, terpaksa menggunakan air tanah sebagai bahan baku.

Tayang:
Istimewa
Sulitnya pasokan air bersih. 

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (KUPRS) Pesakih, Sarjoko, mengatakan pihaknya akan langsung menindaklanjuti akan keluhan penghuni Rusun Pesakih. Namun, dia membantah apabila penghuni Rusun Pesakih, menggunakan air tanah.

"Masih pakai PAM, kalau memang seperti itu, kami akan lakukan pengecekan," kata Sarjoko, saat dihubungi awak media.

Tetapi, pernyataan demikian bertolak belakang dengan pengakuan Diirektur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat.

Ia mengatakan, sulitnya mencari sumber air bersih, terpaksa menggunakan air tanah sebagai bahan baku. 

"Terlebih di sana juga tidak ada waduk sebagai alternatif,” ucapnya kepada awak media, ketika dikonfirmasi.

Sementara itu, Humas PAM Jaya, Melinda akui, jarak yang sangat jauh membuat pemasangan pipa air PAM sulit dilakukan.

Kalau dipaksakan, dapat dikhawatirkan aliran air tak lagi berjalan maksimal.

"Pasokan air jadi sangat sedikit. Jakarta masih memiliki keterbatasan bahan baku.  81 persen air baku air bersih Jakarta berasal dari waduk Jatiluhur. 15 persennya merupakan air berasal dari PDAM. Kemudian 4 persennya dari sungai Krukut dan Cengkareng Drain," katanya kepada awak media.

Di Jakarta saat ini, ungkap Melinda, sekitaran 839 ribu warga menggunakan air PAM.

"Bagi warga yang ingin jadi pelanggan, tinggal ajukan saja ke PAM Jaya. Tidak ada minimal batasan jumlah pengajuan. Asalkan pipa PAM telah terpasang pada daerah yang diajukan itu ada," katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved