Prevalensi Penderita Tekanan Darah Tinggi Cenderung Tidak Menurun
Beberapa negara terus mengalami tingkat kematian yang meningkat akibat penyakit kardiovaskular.
WARTA KOTA, PALMERAH---Hipertensi atau tekananan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg.
Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg.
Doktor dr Yuda Turana SpS, Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), mengatakan, seiring dengan tren global, beban hipertensi di Asia sangat tinggi, dengan beberapa negara terus mengalami tingkat kematian yang meningkat akibat penyakit kardiovaskular bersamaan dengan tingkat pengendalian dan kesadaran penyakit yang rendah.
Baca: Hii Obesitas Jadi Penyebab Mati Muda, Lebih Buruk Dari Penderita Hipertensi
Penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi hipertensi yang tidak berubah yaitu 31,7 persen pada tahun 2007 dan 32,4 persen dalam Survei Indikator Kesehatan Nasional 2016.
"Artinya, prevalensi penyakit ini cenderung tidak menurun, bahkan ada tren yang meningkat karena data prevalensi pada Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi sebesar 26,5 persen," kata Yuda beberapa waktu lalu.
Baca: Menghindari Komplikasi Hipertensi
Yuda mengatakan, data penelitian survey InaSH selama bulan Mei di seluruh Indonesia, dengan subjek sebanyak 71.894 orang, menunjukkan bahwa hipertensi meliputi semua tingkat pendidikan.
Bahkan sekitar 46 persen terjadi pada subjek tanpa pendidikan formal.
Pada survei itu pun diperoleh beberapa fakta menarik. Antara lain, hampir 25 persen subjek hipertensi laki-laki tidak mengukur tekanan darah dalam satu tahun terakhir.
Dari keseluruhan subjek yang telah terdiagnosis hipertensi, hanya 61 persen yang meminum obat hipertensi dan 30 persen di antaranya masih merokok.