Batik Gobang, Warisan Budaya Betawi yang Telah Bangkit
Pemprov DKI Jakarta secara masif berupaya mengangkat kembali seni budaya Betawi yang mulai ditinggalkan anak muda.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Pemprov DKI Jakarta secara masif berupaya mengangkat kembali seni budaya Betawi yang mulai ditinggalkan anak muda.
Sejumlah event besar dilakukan, seperti Lebaran Betawi, Festival Budaya Betawi dan sebagainya.
Salah satu seni budaya betawi yakni batik. Namun sayangnya, saat ini sangat sedikit perajin batik betawi di Jakarta ini.
Produk batik khas betawi juga makin sulit didapatkan masyarakat.
Melihat kondisi seperti ini, kehadiran Batik Gobang Jakarta yang digawangi Ethys Mayoshi menjadi kabar gembira bagi masyarakat, khususnya betawi.
Ethys, hingga saat ini masih mencoba mengangkat batik klasik betawi warisan para pendahulu.
Bahkan sejumlah karya batiknya telah moncer hingga mancanegara.
"Di saat batik betawi mulai langka, saya mencoba mengangkatnya lagi. Ini semata-mata agar budaya nenek moyang kita tetap lestari. Jika kita semua abai, bisa jadi batik betawi akan hilang. Itu yang memotivasi saya melalui bisnis Batik Gobang Jakarta ini," ujar Ethys saat berbincang di bilangan Kebayoran Baru, Sabtu (10/3/2018) malam.
Jika biasanya batik betawi menghadirkan motif dan warna yang mencolok, Ethys lebih banyak mengangkat batik dengan warna gelap seperti hitam, cokelat, krem atau putih.
Namun tetap dengan corak yang khas, seperti tiga belas flora fauna Jakarta atau ornamen-ornamen ikon Jakarta seperti, rumah betawi, tugu, ondhel-ondhel atau penari.
"Saya mencoba mengembalikan corak ke aslinya, lebih klasik dengan warna-warna gelap. Untuk motifnya ada banyak, ada kuku macan, salak dan sebagainya. Corak dan warna seperti ini pada masa dulu dikenakan oleh golongan kelas atas masyarakat betawi," katanya.
Karena klasik, Ethys menambahkan, harga batiknya lebih mahal dari batik Betawi pada umumnya.
Satu lembar kain batik harganya bisa mencapai Rp1 juta.
Prosesnya pun dibuat dengan batik tulis. Sehingga membutuhkan proses pengerjaan 3 pekan hingga 1 bulan.
"Pola-pola batik dibuat para perajin dengan telaten dan hati-hati untuk mendapatkan hasil maksimal. Jadi, memang agak lama prosesnya," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/batik-gobang_20180311_144844.jpg)