DP Nol Rupiah

Menurut Anies, Ini Perbedaan Program Rusunawa Ahok dan DP Rp 0 Dirinya

Dengan program DP Rp 0 itu kesenjangan sosial di Jakarta bisa dikurangi. Diharapkan, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian.

Menurut Anies, Ini Perbedaan Program Rusunawa Ahok dan DP Rp 0 Dirinya
WARTA KOTA/YOSIA MARGARETTA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai memberikan sambutan pada acara silahturahmi dan ramah tamah pengurus Asril Center periode 2018-2024, Jumat (9/3/2018). 

WARTA KOTA, PANCORAN --- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, program rumah susun dengan uang muka atau DP Rp 0 yang digagasnya bersama Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno bukan sekadar program hunian bagi warga Ibu Kota. Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat.

"Sebagai contoh, mengapa kami membawa program DP 0 rupiah? Banyak yang menganggap ini sekadar program hunian, bukan," kata Anies dalam sambutannya di acara ramah tamah pengurus Asril Center periode 2018-2023 di Gedung RJA DPR RI, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

Baca: Minat Beli Rumah Tapak DP Rp 0 Rorotan? Ini Persyaratannya

Anies menambahkan, program huniam DP 0 rupiah berbeda dengan program yang digagas mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yaitu program rusunawa (rumah susun sewa).

"Dulu kan programnya rusunawa. Apa yang membedakan, sama-sama rumah, bahkan rusunawa itu biaya bulanannya lebih murah dari pada biaya kredit rumah. Ini soal keberpihakan," kata dia.

Anies menyebutkan, saat ini 50 persen warga Jakarta tidak memiliki hunian. Mereka rata-rata tinggal di rumah kontrakan. Atas dasar itu, dengan program hunian DP 0 rupiah, Anies menginginkan warga Jakarta memiliki rumah.

"Jakarta adalah kota yang harga hunian naik terus. Sama-sama berpenghasilan Rp 7 juta, yang satu sewa rumah, yang satu kredit rumah, setelah 10 tahun maka aset kekayaannya beda sekali. Yang punya tanah lebih makmur dari pada yang tak punya tanah," kata Anies.

Anies menginginkan, dengan program DP Rp 0 itu kesenjangan sosial di Jakarta bisa dikurangi. Dia berharap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki hunian.

Baca: Kini Contoh Rumah Tapak DP Rp 0 Hanya Bisa Dilihat dari Luar

"Karena itu kenapa kami ngotot dengan program ini, supaya warga Jakarta terbawa eskalator sosial. Ini eskalator naik ke situ terbawa ke atas juga. Di Jakarta itu separuh warganya tidak terbawa ke atas, Yang terbawa yang separuh lainnya. Ini kalau dibiarkan, bom waktu," ucap Anies.

Anies telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah rusun DP Rp 0 di kawasan Klapa Village, Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kawasan itu terletak di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa.

Pada tahap awal akan dibangun 703 unit hunian yang terdiri dari 513 unit tipe 36 dan 190 unit tipe 21. Harga per unit untuk yang tipe 36 adalah Rp 320 juta dan tipe 21 harganya Rp 185 juta. (Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies: Program DP 0 Rupiah Bukan Sekadar Program Hunian"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved