Sabtu, 11 April 2026

Batu Bertumpuk di Aliran Sungai Sukabumi, Mistiskah?

Penemuan puluhan titik batu bertumpuk di aliran Sungai Cibojong, Sukabumi menghebohkan warga setempat. Dugaan unsur mistis pun muncul.

Editor: Fred Mahatma TIS
Kompas.com/Budiyanto
PULUHAN batu bertumpuk di Sungai Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/2/2018). 

WARTA KOTA, SUKABUMI --- Awal Februari lalu, warga dihebohkan dengan penemuan 90 titik batu bertumpuk di aliran sungai yang melintasi perkampungan, tepatnya di Sungai Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Warga setempat pun heboh. Mereka bertanya-tanya siapa yang membuat dan apa maksudnya. Jangan-jangan, ada unsur mistis di balik pembuatan batu bertumpuk tersebut. Di saat mereka menduga-duga, pada Senin (26/2/2018), warga kembali menemukan batu bertumpuk itu di 58 titik di aliran Sungai Cibojong.

Demi mendapatkan jawaban atas kecurigaan yang muncul, warga pun mulai menyelidiki. Akhirnya, pembuat puluhan batu bertumpuk yang sempat menghebohkan ini terungkap setelah sejumlah warga di desa setempat mengintip pada Selasa (27/2/2018) pagi.

SEORANG warga setempat, Apet Suherman (49), menunjukkan puluhan batu bertumpuk di Sungai Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/2/2018).
SEORANG warga setempat, Apet Suherman (49), menunjukkan puluhan batu bertumpuk di Sungai Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (28/2/2018). (Kompas.com/Budiyanto)

Pembuatnya adalah seorang pemuda warga desa perbatasan, yakni Rahmat Apandi alias Amat (28). Warga Kampung Pasirdoton, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, ini sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas dan kerja serabutan.

''Selasa (27/2/2018) pagi, kami kembali ke sungai untuk mengintip. Ternyata pembuatnya sedang melanjutkan pekerjaannya menyusun batu,'' ungkap salah seorang tokoh masyarakat, Ade Suhandi (53), kepada Kompas.com di Kampung Cibojong, Rabu siang.

Saat dipergoki, pembuat puluhan batu bersusun itu terlihat kaget. Warga pun sempat tidak menyangka karena pembuat batu bersusun yang sempat menghebohkan warga ini dikenali masyarakat.

''Saya sangat mengenal pembuatnya, Rahmat Apandi biasa dipanggil Amat. Bahkan Amat ini sempat kerja bersama saya saat ada proyek perbaikan jalan. Saya benar-benar tidak menyangka, tapi ada rasa bangga," kata dia.

Dituturkan lebih lanjut, pembuat batu bersusun ini orangnya selama ini dikenal masyarakat sangat pendiam. Untuk berkomunikasi pun sangat sulit sekali, termasuk keluarganya.

''Sulit sekali diajak bicara. Waktu kerja sama saya saja sangat susah bila diajak ngobrol,'' tuturnya.

''Selama ini Amat biasa bekerja sehari-harinya mencari barang bekas keliling perkampungan,'' sambung Ade.

Seorang tetangga Rahmat Apandi, Apet Suherman alias Apih (49), benar-benar tidak menyangka pembuat puluhan batu bersusun yang sempat menghebohkan itu tetangganya.

''Jangankan saya, semua tetangga juga pada heran dan ngga menyangka," aku Apet saat menemani Kompas.com melihat-lihat hasil puluhan batu di sepanjang aliran Sungai Cibojong.

Dia mengatakan, kedua orangtuanya pun kebingungan setelah mengetahui pembuat puluhan batu yang kali pertama ditemukan pada Kamis (1/2/2018) lalu adalah anaknya.

"Keluarganya pun pada bingung ternyata Amat punya keahlian seperti membuat batu bersusun itu. Karena, Amat ini anaknya susah diajak berkomunikasi," tuturnya.

Melestarikan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved