Masalah Pembebasan Lahan Waduk di Jakarta Terus Terkuak
Masalah pembebasan lahan waduk di Jakarta terus terkuak. Bahkan ada pula urusan pembebasan lahan yang sudah dilaporkan ke KPK.
WARTA KOTA, BALAIKOTA -- Masalah pembebasan lahan waduk di Jakarta terus terkuak.
Setelah masalah pembebasan lahan di waduk JGC mencuat setelah warga lapor ke DPRD, lalu Waduk Pondok Ranggon III dilaporkan ke KPK karena adanya dugaan korupsi, kini giliran waduk Brigif juga mengalami kendala di pembebasan lahan.
Waduk seluas 10,3 hektar itu terbentang di Jalan Aselih hingga Jalan Jagakarsa III, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Waduk itu memiliki fungsi menampung debit air kali Krukut.
Baca: Rumah Mabuk di Depok Dibongkar Satpol PP
Kali Krukut diketahui sebagai salah satu penyebab banjir di kawasan elit Kemang, Jaksel.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Teguh Hendrawan, mengatakan terhentinya pengerjaan waduk Brigif bukan karena sulitnya pengerjaan ataupun anggaran.
Kendala utama, kata Teguh, justru berada di proses pembebasan lahan di sekitar Waduk Brigif.
Sejumlah warga yang tinggal di area pinggir Waduk Brigif menolak tawaran pembebasan lahan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Baca: Elvy Sukaesih Kesal Dicegat Awak Media
Hampir empat tahun lamanya warga menolah dan baru luluh lalu bersedia dibebaskan lahannya.
"Tapi sekarang sudah berjalan (revitalisasi Waduk Brigif), on progress, pembebasan lahan total ada 11 hektar-sudah dibayarkan semua, tersisa 6.000 meter persegi masih tahap negosiasi," ungkapnya dihubungi pada Senin (26/2/2018).
Teguh menargetkan proses revitalisasi waduk akan selesai pada akhir tahun 2018. Sehingga tidak hanya dapat menampung debit air Kali Krukut dan mengurangi banjir Ibukota, Waduk Brigif dapat menjadi taman interaktif warga.(DWI RIZKI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180128lahan-waduk-era-jokowi-berubah-jadi-hutan-berduri-ini-alasan-dinas-sda1_20180128_074525.jpg)