Kapolres Jaksel Imbau Masyarakat Tidak Perlu Berlebihan Tanggapi Isu Orang Gila
Maraknya isu penyerangan ulama oleh orang yang diduga gila membuat resah masyarakat,
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU --Maraknya isu penyerangan ulama oleh orang yang diduga gila membuat resah masyarakat, khususnya lingkungan tempat ibadah dan pondok pesantren.
Di Jakarta Selatan, beberapa orang yang dituduh berpura-pura gila ditangkap warga karena dicurigai akan melakukan teror terhadap tokoh agama.
Baca: Kapolres Jaksel Sebut Orang Gila Penyerang Ulama Harus Ditangani Sesuai Prosedural
Menanggapi hal itu, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi isu ini.
"Setiap warga masyarakat harus selalu waspada terhadap tindak kejahatan / gangguan kamtibmas lainnya, namun tidak boleh berlebihan," kata Kombes Mardiaz di Mapolres Jaksel, Senin (26/2).
Kombes Mardiaz mengungkapkan, di wilayah Jakarta Selatan telah dilakukan upaya penanganan dan pengamanan terhadap orang yang diduga mengidap penyakit kelainan kejiwaan, antara lain di kawasan Cilandak, Pasar Minggu, Pancoran dan Jagakarsa.
Ia meminta semua pihak melakukan koordinasi menghadapi isu permasalahan penemuan orang yang mengalami gangguan kejiwaan di wilayah Jakarta Selatan.
"Tiga Pilar dan ormas harus melaksanakan koordinasi guna penanganan fenomena orang gila yang ditangkap oleh warga masyarakat, guna pencegahan adanya aksi main hakim sendiri. Saya juga instruksikan Kapolsek jajaran Polres Metro Jaksel agar melakukan koordinasi terkait penanganan permasalahan orang gila," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180226kapolres-jaksel-sebut-orang-gila-penyerang-ulama-harus-ditangani-sesuai-prosedural_20180226_221421.jpg)