Mau Tahu 3 Jenis Infertilitas, Ini Penjelasannya
Infertilitas merupakan kondisi di mana pasangan belum mendapatkan kehamilan sekurang-kurangnya 12 bulan setelah menikah.
WARTA KOTA, PALMERAH---Infertilitas merupakan kondisi di mana pasangan belum mendapatkan kehamilan sekurang-kurangnya 12 bulan setelah menikah tanpa melakukan usaha untuk mencegah kehamilan.
Dapat disebabkan oleh faktor perempuan, laki-laki maupun keduanya. Terdapat pula infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya yang dikenal dengan infertilitas idiopatik.
Di Indonesia, infertilitas merupakan kondisi yang banyak terjadi, dan berdampak besar bagi pasangan suami istri yang mengalaminya baik secara psikologis, fisik, bahkan ekonomi.
Namun, tidak semua pasangan suami-istri mencari pertolongan, sehingga di luar sana banyak sekali isu mengenai hal yang dapat menyebabkan infertilitas, ataupun hal yang dapat mengobati infertilitas.
Prof Dr dr Ichramsjah SpOG KFER, pakar kebidanan dari RSIA Budhi Jaya, mengatakan, istri dapat hamil apabila sel sperma yang dihasilkan suami normal dan dapat masuk ke indung telur istri dan bertemu dengan sel telur istri yang normal.
Baca: Istri Hamil Dimulai Tindakan Suami Melakukan Hubungan Seksual Secara Benar
Ichramsjah mengatakan, terdapat tiga jenis infertilitas. Antara lain infertilitas primer, yakni kondisi di mana pasangan belum dapat hamil sedikitnya setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun. Kemudian infertilitas sekunder, pasangan sudah memiliki anak, namun kesulitan untuk memperoleh anak berikutnya.
Lalu yang ketiga adalah infertilitas yang tidak terjelaskan, yakni kondisi di mana pasangan mengalami infertilitas primer atau sekunder sedikitnya setelah tiga tahun berhubungan tanpa alat kontrasepsi apapun, yang telah diobati oleh ahli, telah inseminasi bayi tabung, namun tetap tidak hamil.
Baca: Mengenal Penyebab Utama Infertilitas Pada Wanita
Tata laksana infertilitas meliputi faktor infeksi torch, hormonal, masalah anatomi, masalah sel telur-sperma, genetik dan masalah imun. Kemudian, tindakan yang diperlukan di antaranya pemeriksaan dalam, hydrotubasi-hsg, transvaginal hydrolaparoscopy, laparoskopi operatif, inseminasi bayi tabung.
Ichramsjah meminta agar setiap pasangan yang belum memiliki keturunan agar tidak mudah menyerah serta tetap berusaha dan berdoa. "Bagaimana pun juga kehamilan terjadi atas izin Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160629-wanita-hamil_20160629_033830.jpg)