Selasa, 14 April 2026

Gereja Diserang, Sri Sultan Hamengkubuwono X: Saya Sangat Sedih tapi Tidak Bisa Menangis

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mendatangi Rumah Sakit Panti Rapih, Minggu (11/2/2018) malam

TRIBUN JOGJA/RIZKI HALIM
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mendatangi korban penyerangan gereja di Rumah Sakit Panti Rapih, Minggu (11/2/2018) malam. 

WARTA KOTA, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mendatangi Rumah Sakit Panti Rapih, Minggu (11/2/2018) malam.

Kedatangan orang nomor satu di DIY ini untuk menengok korban penyerangan Gereja Santa Lidwina yang terjadi kemarin pagi.

Ngarso Dalem tiba di rumah sakit sekitar pukul 19.00, bersama beberapa pejabat Pemprov DIY yang Ikut serta.

Baca: BREAKING NEWS: Umat Gereja Santa Lidwina Sleman Diserang Saat Misa, Polisi Tembak Pelaku

Ditemui usai menjenguk para korban, Sri Sultan mengungkapkan kesedihannya akan kejadian yang menimpa warganya, yang menjadi korban kekerasan oknum tidak bertanggung jawab.

"Di Yogya kenapa begini? Sedangkan masyarakat kita, (menjadikan) kebersamaan itu sebagai budaya yang selalu kita jaga, itu yang membuat saya sedih tapi tidak bisa menangis," kata Ngarsa Dalem.

Kesedihan tidak dapat disembunyikan dari wajah sang raja malam itu, mimik muka kekecewaan sangat tergambar darinya usai menjenguk para korban, yang salah satunya adalah Romo yang memimpin misa pagi hari itu.

Baca: Ada Drama Saat Kelahiran Anak Kedua Donita dan Adi Nugroho

"Saya sangat sedih dan menyesali mengapa (kejadian) itu dapat terjadi, bagi saya, ini peristiwa yang tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.

Sri Sultan juga berharap agar masyarakat Yogyakarta tidak terprovokasi dengan kejadian seperti ini, dan meminta masyarakat untuk mempercayakan hal ini kepada aparat terkait. (Rizki Halim)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved