Didemo Suporter, Pemkot Depok Janji Upayakan Bentuk Persikad Baru
Pemkot Depok berjanji akan mengakomodir semua tuntutan suporter fanatik klub sepak bola Persikad Depok
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Usai bertemu Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya (Disporaparsenbud) Kota Depok, Wijayanto serta jajarannya, ratusan suporter Persikad meninggalkan Kantor Wali Kota Depok dengan berjalan kaki meski hujan deras tetap mengguyur, Kamis sore.
"Beberapa waktu ke depan, kami akan datang lagi, untuk melihat sejauhmana tuntutan kami bisa terealisasi," kata Eko.
Sebelumnya meski sempat diguyur hujan deras, Kamis (8/2/2018) siang seratusan orang suporter klub sepak bola Persikad Depok tetap antusias berunjuk rasa dengan berorasi di depan gerbang Kantor Wali Kota Depok di Jalan Margonda, Depok.
Mereka berdemonstrasi dengan membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka agar Pemkot Depok memperhatikan dan mempertahankan supaya keberadaan klub Persikad Depok tetap ada di Depok, dan mengikuti kompetisi liga 3 di musim kompetisi ini.
Sebab para suporter mencurigai bahwa manajemen Persikad tahun ini akan menjual klub sementara sehingga berubah menjadi klub Bogor FC dengan home base di Kota Bogor dalam liga 3 tahun ini. Hal itu dilakukan karena Persikad kembali mengalami kesulitan keuangan.
"Kami berharap Persikad tetap ada di Depok dan meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, turun tangan untuk membantu membenahinya dengan berkordinasi dengan semua pihak, termasuk memanggil manajemen lama Persikad," kata Eko Haryanto pendiri Persikad Fans Curva Sud, sebuah kelompok suporter fanatik Persikad Depok yang berunjuk rasa, kepada Warta Kota, Kamis (8/2/2018)
Apalagi kata dia Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok, M Idris dan Pradi ssat kampanye berjanji akan membangun dan mengembangkan Persikad Depok serta membuat klub kebanggaan Kota Depok tersebut, tak bermasalah setiap tahunnya saat memasuki musim kompetisi baru.
Saat ini nasib Persikad Depok tidak jelas. Setelah terdegradasi dari liga 2 ke liga 3 tahun ini. Persikad Depok terancam diambil alih pihak lain di luar Depok, serta tidak lagi bermarkas di Depok, jika masih ingin ikut berkompetisi di liga 3.
Eko Haryanto, pendiri Persikad Fans Curva Sud, sebuah kelompok suporter fanatik Persikad Depok mengatakan setiap memasuki musim kompetisi baru, kondisi Persikad Depok selalu berantakan dan tak jelas nasibnya.
Menurut Eko, sekalipun tahun ini Persikad terlempat ke liga paling bawah, manajemen harus memastikan keikutsertaan Persikad dan bukan seperti sekarang ini. "Sebab terlihat tanda-tanda Persikad tidak ikut kompetisi tahun inj, atau dijual oleh pihak lain dengan mengganti namanya," kata Eko.
Sebab kata Eko, ada rumor yang beredar dan sempat diungkapkan oleh manajemen Persikad bahwa tahun ini Persikad akan menggunakan bendera klub Bogor FC dengan home base di Kota Bogor, jika ingin berlaga di liga 3.
"Itu yang kita tolak dan kita mau pastikan tidak terjadi," kata Eko.
Untuk itu kata Eko, mereka berharap Pemkot Depok turun tangan memediasi dan membenahi masalah di Persikad dengan memanggil semua pihak yang terkait.
"Selain itu kami juga meminta sejauhmana progres renovasi Stadion Merpati sebagai markas Persikad. Kami mendesak diselesaikan secepatnya agar dapat segera digunakan Persikad sebagai homebase. Kami tidak mau pengerjaan mangkrak. Sehingga akan kita kawal prosesnya," kata Eko.
Eko memastikan bahwa aksi para suporter Persikad nanti adalah aksi damai. "Kami sudah mendapat izin dari kepolisian atas aksi ini. Intinya kami ingin Persikad tetap menjadi milik dan kebanggaan warga Depok," kata Eko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180208didemo-suporter-pemkot-depok-janji-upayakan-bentuk-persikad-baru_20180208_215835.jpg)