Turap Proyek Perumahan yang Timpa Rumah Warga, Ternyata Pernah Di-SP Satpol PP
Turap yang ambruk menimpa rumah seorang guru bernama M Mihtahudin hingga tiga kamar rumahnya rusak berat.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK -- Turap perumahan Barazaki Residence 2, setinggi 7 meter di RT 3/RW 2, Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, ambruk atau longsor, Minggu (4/2/2018) malam sekitar pukul 23.00.
Turap yang ambruk menimpa rumah seorang guru bernama M Mihtahudin hingga tiga kamar rumahnya rusak berat.
Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan turap yang ambruk itu adalah bagian proyek perumahan Barazaki Residence 2 yang masih dalam tahap pengerjaan.
Yayan memastikan bahwa proyek perumahan itu adalah ilegal atau tidak berizin.
"Karenanya pernah kami layangkan surat peringatan atau SP sebanyak dua kali, agar pengembang menghentikan kegiatannya," kata Yayan kepada Warta Kota, Selasa (6/2/2018).
Namun nampaknya kata Yayan, pengembang perumahan membandel dan tetap melanjutkan pembangunan.
Hingga akhirnya turap batas perumahan ambruk dan menimpa rumah warga hingga rusak berat.
"Ini akibatnya jika tidak tertib aturan dan akhirnya merugikan warga," kata Yayan.
Ia mengatakan pihaknya sudah mendagangi turap yang ambruk dan meminta pengembang menghentikan pengerjaannya.
"Jika tidak akan kami hentikan paksa," kata Yayan.
Sebab kata dia proyek perumahan ilegal itu sudah memakan korban dengan rusaknya rumah warga akibat turap perumahan yang ambruk.
Yayan meminta dan mendesak pihak pengembang untuk memberikan ganti rugi kepada warga yang rumahnya tertimpa turap dan rusak.
"Semoga ada itikad baik pengembang untuk memberi ganti rugi ke warga," katanya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto, yang mengatakan telah menurunkan satgasnya ke lokasi turap ambruk di RT 3/RW 2, Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.
Mereka kata Manto melakukan evakuasi atas sejumlah material turap yang longsor ke rumah warga, Senin (5/2/2018).
"Turap yang ambrol di sana adalah turap yang sedang dibangun oleh pengembang perumahan. Turap tersebut memiliki tinggi tujuh meter dan saat longsor mengenai satu unit rumah warga milik seorang guru bernama M Mihtahudin," kata Manto.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. "Tidak ada korban jiwa atau luka hanya satu unit rumah rusak. Kejadian diperkirakan jam 23.00. Kami sudah mengirimkan satu regu yang terdiri dari 10 Satgas dari UPT II untuk mengecek kondisi di lapangan," katanya.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180206turap-proyek-perumahan-yang-timpa-rumah-warga-ternyata-pernah-di-sp-satpol-pp2_20180206_170434.jpg)