Sopir Angkot Protes Lulung Sebut Aksi Mogok Ditunggangi

para sopir dari M03, M08, M09, M10 dan M11 merasa dirugikan akibat ditutupnya akses Jalan Jatibaru Raya.

Sopir Angkot Protes Lulung Sebut Aksi Mogok Ditunggangi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah saat menemui para sopir angkot di depan Stasiun Tanah Abang, Senin (28/1/2018). 

Kata Lulung Aksi Mogok Ditunggangi, Begini Kata Sopir Angkot

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

Warta Kota, Tanah Abang -- Sopir angkot yang beroperasi di sekitar Tanah Abang mengatakan aksi unjuk rasa yang dilakukan sejak Jalan Jatibaru Raya ditutup merupakan hasil inisiatif mereka yang merasa bahwa penghasilannya menurun.
 
Hal itu untuk menanggapi tudingan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung  yang mencurigai adanya pihak yang menunggangi demo sopir angkot Tanah Abang hari ini. 
 
“Kita demo ini inisiatif sopir nggak ada yang nunggangin. Hoax itu,” kata Aziz, sipir M08 di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).
 
Aziz menceritakan dengan ditutupnya Jalan Jatibaru membuat pendapatan para sopir berkurang 50 persen. 
Ia pun kembali menegaskan bahwa dirinya bersama para sopir dari M03, M08, M09, M10 dan M11 merasa dirugikan akibat ditutupnya akses Jalan Jatibaru Raya.
“Pendapatan kita sudah terganggu sudah berkurang semenjak ini tertutup, pendapatan kita 50 persen ilang yang biasa kita bawa pulang Rp 70.000 jadi Rp 35.000. Jadi kita ini tidak ada yang nunggangin jadi salah itu kalo ada yang bilang nunggangin,” katanya.
Sebelumnya, Lulung menyatakan aksi tersebut diduga ditunggangi oleh berbagai pihak lantaran tuntutan para sopir berubah-ubah.
"Jadi, mereka itu utus satu orang namanya France ke posko saya. Dia bilang, 'Bang Haji, temen-temen angkot merasa dirugikan karena adanya pedagang kaki lima. Cuma tolong di putaran Jalan Jatibaru depan stasiun tolong kami jangan digeber-geber sama distop karena kami nanti nggak dapat penumpang', gitu katanya," ungkap Lulung di Balai Kota.
Kepada Lulung, para sopir angkot meminta rekayasa rute. Sopir angkot ingin mereka diizinkan melintasi beberapa blok di kawasan Pasar Tanah Abang.
"Maunya kami direkayasa, naik ke atas. Yang Tanah Abang-Jembatan Lima, Tanah Abang-Kota, dan Tanah Abang mana gitu. Jadi mereka naik ke atas maunya terus belok kiri ke (jalan) KS Tubun, terus naik dikit masuk Blok G dan masuk ke Blok F, Blok B," terang Lulung.
Namun, lanjut Lulung, setelah rapat dengan pihak Dinas Perhubungan, tuntutan sopir angkot berubah lagi. Mereka meminta agar Jalan Jatibaru Raya dibuka kembali untuk angkot.
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved