Piala Presiden 2018
Duel Klasik PSMS Medan Vs Persib Bandung: 3 Kelemahan Wasit Ini Digugat Maung Bandung
Dipimpin wasit Djafar Umar, di babak pertama, Persib langsung tertinggal 0-2 oleh gol M. Sidik pada menit 14 dan 35.
WARTAKOTA, BANDUNG--Sabtu, 23 Februari 1985. Final ulangan PSMS Medan kontra Persib Bandung yang disaksikan lebih dari 100.000 penonton -- sumber lain menyebut 150.000 -- kembali terjadi.
Sebelas pemain Persib Bandung, turun ke lapangan dengan trauma kekalahan menyesakkan di grandfinal Kompetisi Perserikatan Divisi Utama PSSI 1983.
Kesebelas pemain itu adalah Sobur (kiper), Suryamin, Dede Iskandar, Robby Darwis, Adeng Hudaya (kapten), Bambang Sukowiyono, Adjat Sudradjat, Kosasih A., Suhendar, Iwan Sunarya, dan Wawan Karnawan
Baca: Sejumlah Situs Belanja Online yang Diadukan ke YLKI karena Penipuan
Baca: Cerita Presiden Jokowi Beli Motor Chopper, Bayarnya Ternyata Nyicil
Namun, dukungan hebat Bobotoh yang sejak Sabtu (23/2/1985) subuh mengalir ke Stadion Utama Senayan Jakarta, menguatkan tekad Adeng Hudaya dan kawan-kawan untuk mengakhiri paceklik gelar juara yang terakhir direbut PERSIB pada tahun 1961, 24 tahun sebelumnya.
Mereka berduyun-duyun dengan datang ke Senayan dengan harapan tim kebanggaannya bisa juara.
“Warga Jawa Barat sudah betul-betul rindu untuk bisa merebut piala kehormatan PSSI. Karena itu, PERSIB akan berjuang sekuat tenaga,” kata Ketua Umum Persib Bandung, Solohin GP, sebelum pertandingan grandfinal seperti dikutip dari Majalah Tempo, No. 01/XV, 2 Maret 1985.
Baca: Wow, Presiden Jokowi Tersenyum Puas Lihat Pemain Persib Jebol Gawang Sriwijaya FC, Ini Videonya
Namun, harapan tinggal harapan. De javu, itulah kisah yang harus dilakoni Persib.
Dukungan hebat bobotoh tak mampu mengangkat moral para pemain.
Dipimpin wasit Djafar Umar, di babak pertama, Persib langsung tertinggal 0-2 oleh gol M. Sidik pada menit 14 dan 35.
Di babak kedua, Persib memang mampu menyamakan skor melalui gol Iwan Sunarya dan Adjat Sudradjat pada menit 65 dan 75 untuk memaksa pertandingan diselesaikan lewat perpanjangan waktu dan adu tendangan penalti.
Tapi, ketika para algojo Maung Bandung melangkah ke titik putih, tepat 11 meter dari tempat penjaga gawang PSMS Ponirin Meka berdiri, trauma dua tahun silam membayangi mereka.
Dampaknya buruk, tiga eksekutor Persib, Adeng Hudaya, Dede Iskandar dan Robby Darwis, tendangannya mampu ditepis Ponirin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/persib-bandung-vs-psms-medan_20180120_070750.jpg)