Nasi Bakar Bale Bumen di Cibinong, Murah dan Dijamin Gugah Selera Makan

Bentuknya beragam, begitu juga bungkusnya. Ada yang berbentuk silinder atau agak bulat.

Nasi Bakar Bale Bumen di Cibinong, Murah dan Dijamin Gugah Selera Makan
Istimewa
Nasi Bakar Bale Bumen 

WARTA KOTA, BOGOR - Bagi yang suka kuliner terlebih lagi saat plesiran atau kebetulan melintas di Jalan Raya Pemda Sukahati, Cibinong, jangan lewatkan untuk mencicipi makanan khas Kebumen bernama Nasi Bakar Bale Bumen.

Nasi Bakar Bakar Bale Bumen itu diambil dari kata Balai Kebumen. Balai itu kan artinya tempat duduk yang besar atau luas. Dan Kebumen merupakan nama tempat asal ownernya.

Menurut pemiliknya, Catur, dengan nama bale bumen restauran ini bisa jadi tempat duduk dan makan yang luas, bisa buat ngumpul bersama teman lama, teman komunitas, teman kantor, reuni, pengajian atau apa sajalah.

"Di nasi Bakar Bale Bumen juga disediakan hiburan agar suasana tidak monoton untuk melengkapi makan, bisa live music, atau yang hoby nyanyi bisa karaoke gratis," ujarnya.

Ketika disinggung asal Kuliner tersebut, Catur mengaku tidak ada yang tahu secara pasti dari mana asal makanan itu.

Namun, setiap kali mendengar namanya, pikiran dia langsung melayang ke sekepal nasi gurih daun pisang.

"Sekepal nasi itu biasanya diisi dengan berbagai macam lauk, tergantung pesanan," ujarnya.

Namun, yang pasti Nasi Bakar adalah makanan yang cukup sederhana, tetapi selalu menarik untuk dicicipi.

"Tidak hanya kuat dengan kesan alaminya, menggunakan darun pisang sebagai pembungkus nasi, tapi bau hangus daun pisang yang terbakar juga menebarkan aroma nikmat yang sangat menggugah selera," imbuhnya.

Catur pun menceritakan proses pembuatannya, nasi dibungkus daun pisang berserta lauk yang dipilih sesuai selera konsumen, daun kemangi dan dicampur bumbu rempah.

Halaman
123
Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved