Sabtu, 2 Mei 2026

Jalan Layang Pancoran Dibuka Satu Lajur, Kemacetan Berkurang 30 Persen

Ujicoba open traffict jalan layang Pancoran pada Senin (15/1) pagi berpengaruh kepada kondisi lalu lintas di kawasan itu.

Tayang:
Penulis: Feryanto Hadi |
Twitter/TMC Polda
Pembukaan flyover Pancoran, Jakarta Selatan Senin (15/1/2018) 

WARTA KOTA, PANCORAN -- Ujicoba open traffict jalan layang Pancoran pada Senin (15/1/2018) pagi berpengaruh kepada kondisi lalu lintas di kawasan itu.

Kemacetan akut yang biasanya terjadi pada jam sibuk, kini sudah mulai berkurang.

Kepala Satwil Lantas Jakarta Selatan AKBP Edi Surasa memperkirakan, kemacetan pada Senin pagi berkurang sebesar 30 persen.

"Sejak jam enam pagi fly over dibuka satu lajur dan efeknya luar biasa untuk mengurangi kemacetan di simpang Pancoran," kata Edi kepada Warta Kota.

Dampak dari pembangunan jalan layang, sebelumnya menimbulkan kemacetan dari semua arah menuju Simpang Pancoran.

Pada pagi hari, arus kendaraan dari arah Cawang mengular hingga beberapa kilometer.

Begitu juga arus lalulintas dari arah Jalan Pasar Minggu Raya yang mengular dan menyebabkan pengendara frustasi karena harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bisa melintasi simpang Pancoran.

"Terurainya arus lalin dari arah Cawang membuat traffic kendaraan dari arah Pasar Minggu juga jadi agak lancar meskipun tetap terjadi kepadatan karena volume kendaraan yang tinggi," ujar AKBP Surasa.

Namun demikian, Surasa menyebut akibat lancarnya arus dari arah Cawang, muncul titik kemacetan baru yakni di simpang Tegal Parang.

Sempitnya akses jalan Kapten Tendean akibat keberadaan Halte TransJakarta di kawasan itu, membuat kendaraan menuju ke arah Mampang atau Kebayoran Baru menjadi tersendat.

Belum lagi ditambah banyaknya kendaraan yang keluar dari arah Tegal Parang, menyebabkan akses menuju ke Kebayoran Baru maupun Kuningan-Semanggi makin padat.

"Tentu akan ada evaluasi bagaimana mengatasi persoalan kemacetan di kawasan itu. Apalagi nanti jika fly over Pancoran sudah dibuka dua lajur, tentu pergerakan kendaraan dari arah Cawang menjadi cepat. Dan kita harus antisipasi bagaimana memecah kemacetan di simpang Tegal Parang itu. Karena di sana juga sedang ada proyek infrastruktur," imbuhnya.

Efek domino

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto mengungkapkan, kemacetan di simpang Tendean selain karena tingginya volume kendaraan juga efek domino dari pembangunan underpass Kuningan.

Selain itu, banyaknya ojek online yang menaik-turunkan penumpang di jalan itu juga menjadi pemicu lain tersendatnya arus lalu lintas.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved