Jumat, 10 April 2026

Ganti Vendor Baru, JICT Rugi Rp 8,7 Miliar

“Sejak vendor ini beroperasi, sudah ada 14 kecelakaan kerja. Antrian truk mencapai 32 jam dan kapal hingga 44 jam..."

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Fred Mahatma TIS
Warta Kota/Junianto Hamonangan
PENGURUS Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) usai jumpa pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/1/2018). 

WARTA KOTA, KELAPA GADING --- Jakarta International Container Terminal (JICT) mengalami kerugian sebesar Rp 8,7 miliar, usai pergantian vendor operator lapangan dari PT Empco Trans Logistic kepada PT Multi Tally Indonesia sejak 1 Januari 2018.

Bahkan akibat penurunan performa dan kerugian yang terjadi belakangan ini, JICT sampai mengajukan surat permohonan bantuan tenaga operator derek lapangan (RTGC) kepada Pelindo II.

“Selama setidaknya 12 hari beroperasi, JICT sudah merugi Rp 8,7 miliar. Bahkan kerugian pengguna jasa antara Rp 40 miliar hingga Rp 100an miliar,” ujar Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JICT Firmansyah Sukardiman, Minggu (14/1/2018).

PENGURUS Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) saat jumpa pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/1/2018).
PENGURUS Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) saat jumpa pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (14/1/2018). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Ia menambahkan, dwelling time saat ini juga sudah naik pada angka 6,6 hari. Sehingga kemacetan truk kontainer di kawasan pelabuhan sering terjadi. Padahal target Presiden Joko Widodo dwelling time di bawah 3 hari.

“Sejak vendor ini beroperasi, sudah ada 14 kecelakaan kerja. Antrian truk mencapai 32 jam dan kapal hingga 44 jam. Produktivitas juga berkurang dari 26 menjadi 15 move per hour atau turun 11 move per hour," ungkap Firmansyah.

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN diharapkan segera mengambil tindakan secepatnya. Sehingga buruknya performa JICT tidak semakin mengorbankan para pihak yang berkepentingan dan merugikan negara.

“Situasi di dalam pelabuhan Tanjung Priok khususnya di JICT sudah tidak kondusif karena pergantian vendor. Kita berharap agar situasi yang ada sekarang, bisa kembali seperti semula,” ucap Ketua Serikat Pekerja Container (SPC), Sabar Royani.

Perwakilan JICT sendiri hingga saat ini belum memberikan tanggapan perihal menurunnya performa seperti yang disampaikan Serikat Pekerja JICT. Begitu pula manajemen Pelindo II belum merespon perihal bantuan operator RTGC ke JICT.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved