100 Hari Anies Sandi
PDIP Sebut Pelatihan Ok Oce Memalukan, Gerindra Bilang Begini
Pelaksanaan asal-asalan dinilai Afni dari materi yang diberikan sampai cara penyelenggaraannya.
WARTA KOTA, GAMBIR - Nur Afni Sajim, anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, menilai pelatihan Ok Oce tahun 2017 cenderung memalukan.
Penyebabnya, pelatihan itu memakan anggaran terlalu besar dengan hasil yang tak jelas, serta pelaksanaan asal-asalan.
Pelaksanaan asal-asalan dinilai Afni dari materi yang diberikan sampai cara penyelenggaraannya.
"Masih lebih baik kalau dewan lagi reses itu," ujar Afni.
Baca: 16 Hari Pelatihan Ok Oce Habiskan Rp 724,5 Juta, Bank DKI Kasih Pinjaman dengan Bunga 13 Persen
Selama 16 hari pelaksanaan pelatihan Ok Oce angkatan pertama, total dana yang dihabiskan mencapai Rp 724,5 juta.
Pelatihan digelar di 42 kecamatan di seluruh kota administrasi Provinsi DKI Jakarta.
Total peserta sebanyak 2.430 orang dengan 106 narasumber.
Pelatihan dengan anggaran sebesar itu hanya untuk mendapatkan wirausaha baru.
Hal itu diketahui dari paparan Dinas KUMKMP DKI di rapat Komisi B DPRD DKI di Gedung Dewan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).
Anggota Komisi B DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Prabowo Soenirman menganggap pelatihan Ok Oce sudah bagus.
Baca: Sandiaga Uno Tegaskan Anggaran Rp 82 Miliar OK OCE Cuma untuk Pelatihan, Bukan Modal Usaha
Menurut Prabowo, Afni cenderung belum paham betul bagaimana pola gerakan Ok Oce.
Sebenarnya, kata Prabowo, Ok Oce mencari bibit-bibit entrepreneur untuk kemudian didorong jadi wirausaha pemula.
"Makanya kan bisa daftar online para pesertanya itu sekarang," kata Prabowo kepada Wartakotalive.com, usai rapat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171128-kantor-ok-oce-di-koja_20171128_205159.jpg)