Senin, 13 April 2026

Ini Tren Pemasaran di Tahun 2018, Pariwisata Makin Melaju

Mengawali tahun 2018, Indonesian Marketing Association (IMA) membuat laporan dan memperkirakan ada 8 tren pemasaran pada 2018.

Penulis: | Editor: Fred Mahatma TIS
ireyginawisataindonesia
LOKASI wisata Bukit Lawang di Kabupaten Langkat, Sumatera. Tempat ini terkenal dengan arus sungainya yang cukup deras, jernih, dan juga tempat pengamatan Orangutan Sumatera. Dari laporan Indonesian Marketing Association (IMA) menyebutkan, di tahun 2018 bidang pariwisata akan terus berkembang. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Pemasaran menjadi hal yang paling kursial agar bisnis berkembang, jalan di tempat, atau malah mengalami degradasi.

Mengawali tahun 2018, Indonesian Marketing Association (IMA) membuat laporan dan memperkirakan ada 8 tren pemasaran yang akan terjadi di tahun 2018. Apakah saja itu?

1.      Pariwisata dan kuliner semakin melaju.

Pariwisata akan terus berkembang (termasuk wisata religi dan olahraga) di tingkat kotamadya/kabupaten, dan hal ini akan mengangkat sektor kuliner dengan berbagai tingkat kreativitasnya. Beberapa kota juga mulai melirik MICE sebagai salah satu andalannya. Green/sustainable tourism akan semakin dikembangkan.

Makanan khas lokal/daerah akan semakin diminati termasuk berbagai jenis kopi setempat yang diikuti dengan semakin maraknya kedai kopi. Pemenuhan standar halal semakin penting. Komunitas anak  muda semakin menyukai  hangout places, co-working space, cafe/bar dan bahkan angkringan asalkan kualitasnya bagus dan harga bersaing.

2.      Budaya daring dan media sosial semakin tak terbendung.

Platform daring dan media sosial akan semakin kuat dalam mendukung bisnis di berbagai sektor dan skala. Kedua platform digital tersebut tidak akan menggantikan platform pemasaran konvensional namun justru saling melengkapi. Saluran pemasaran digital akan berdampak ke sektor logistik dan pada gilirannya penetrasi pasar akan semakin membaik.

3.      Tahun pemasaran politik semakin tinggi sofistikasinya.

Pilkada serentak akan diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia. Para kandidat yang maju akan semakin gencar mengomunikasikan brand, positioning, dan diferensiasi dirinya melalui berbagai kampanye baik melalui saluran konvensional maupun digital.

4.      Bisnis di sejumlah sektor tetap bertumbuh.

Bisnis jasa akan meningkat. Jasa transportasi daring yang manawarkan harga bersaing dan kenyamanan proses/interaksi. Di sejumlah kota utama Indonesia permintaan pasar untuk jasa spa, kebugaran, massage, kecantikan, fesyen termasuk fesyen muslim akan semakin menguat.

Jasa penitipan anak akan bertumbuh sejalan meningkatnya pasangan suami istri yang  bekerja. Penetrasi bisnis ritel juga semakin meningkat dan memberi pilihan dan kenyaman untuk masyarakat. Sektor properti dan otomotif juga diperkirakan akan membaik meskipun tidak dengan kenaikan yang tajam. Pemukiman terpadu akan tumbuh sejalan dengan perkembangan industri di suatu wilayah.

5.      Jumlah wirausaha muda semakin banyak.

Anak muda akan semakin banyak yang mengembangkan usaha rintisan di berbagai bidang dari kuliner, pariwisata, fesyen hingga animasi.

6.      Industri hiburan masih tetap menjanjikan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved