Dari Tanaman Toga Hingga Permainan Tradisional di Kampung Berseri Astra Ciganjur
Rumah Bibit menjadi salah satu andalan bagi RPTRA Ciganjur Berseri, disamping kegiatan lainnya di bidang seni, olahraga, dan sosial.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, JAGAKARSA--Gerimis yang turun tidak menyurutkan niat puluhan anak datang ke RPTRA Ciganjur Berseri di Jalan Pasir Putih, RT01/06, Ciganjur, Jakarta Selatan pada Minggu (31/12) siang. Sebagian anak lelaki gempita saat bermain futsal. Sebagian lagi bercanda di area aula. Wajah mereka semringah.
Mutiara (10) bersama dua rekannya memilih melihat-lihat area hijau di bagian belakang RPTRA. Di sana, ada bangunan bernama Rumah Bibit, tempat puluhan tanaman toga dipajang sebagai media edukasi kepada warga sekitar, khususnya anak-anak.
Dengan saksama mereka menyimak penjelasan dari Syarif Hidayatullah selaku Koordinator Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Ciganjur Berseri terkait nama tanaman serta fungsinya untuk kesehatan.
"Biasanya ke sini latihan menari. Sekarang pengin lihat kebun toga," kata Mutiara sambil menambahkan bahwa dua pekan lalu group tarinya yang mewakili RPTRA Ciganjur Berseri menjadi juara umum pada kompetisi tari tradisional tingkat Jabodetabek yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Sebelumnya saya cuma tau nama-nama tanaman obat tapi baru sekarang bisa melihat langsung tanamannya seperti apa termasuk manfaatnya buat apa saja," imbuh Mutiara, siswi kelas V Madrasah Ibtidaiyah Syamsul Huda, Ciganjur.
Rumah Bibit menjadi salah satu andalan bagi RPTRA Ciganjur Berseri, di samping sejumlah kegiatan lainnya seperti bidang seni, olahraga, kesehatan serta sosial.
Syarif menyatakan, di tempat itu sedikitnya ada 50 bibit tanaman toga seperti jahe, lengkuas, kunyit, brotowali, belimbing wuluh dan sebagainya.
"Tempat ini jadi salah satu favorit masyarakat yang datang ke sini. Bagi anak-anak, kami juga jelaskan apa saja manfaat tanaman-tanaman ini. Ini seperti sebuah labolatorium edukasi," jelasnya.
Menurutnya, masih banyak anak-anak yang belum pernah tahu bentuk tanaman tradisional meskipun mereka sering mendengar namanya.
"Masyarakat perkotaan seperti Jakarta ini, khususnya anak-anak dan remaja, faktanya jarang melihat langsung bentuk tanaman toga. Mungkin karena ladang di sini sudah terbatas. Jadi, dengan adanya rumah bibit ini kami coba kenalkan langsung tanaman toga kepada masyarakat."
Di sudut lain RPTRA itu, juga terdapat sebuah area yang dinamakan kebun toga. Di sana, terdapat puluhan tanaman toga yang ditanam warga secara swadaya. "Bagi warga yang butuh, misalnya buat obat, tinggal petik saja karena itu memang ditanam oleh warga," sebut Syarif.
Dalam waktu dekat, imbuh Syarif, pihaknya akan mencoba mengadakan pelatihan meracik ramuan tradisional kepada warga sekitar. "Pohonnya sudah ada dari sejumlah jenis. Ke depan tinggal kita bikin pelatihannya," katanya.
Perubahan sosial
RPTRA Ciganjur Berseri diresmikan pada Mei 2016 sebagai program Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk. RPTRA ini merupakan salah satu dari lima RPTRA yang dibangun oleh Astra di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Pulau Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, lahan seluas 6000 meter persegi itu merupakan kebun yang kurang terawat. Sejak diresmikan, terjadi sejumlah perubahan sosial. Apalagi kampung itu juga diresmikan sebagai Kampung Berseri Astra (KBA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/taman-bermain_20171231_201543.jpg)