4 Kepala Dinas yang Mesti Diganti Anies-Sandi karena Kesalahan Konyol Versi DPRD DKI
DPRD DKI Jakarta membuat daftar kepala dinas yang mesti diganti Anies-Sandi karena melakukan kesalahan konyol.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
WARTA KOTA, GAMBIR -- DPRD DKI Jakarta membuat daftar kepala dinas yang mesti diganti Anies-Sandi karena melakukan kesalahan konyol.
Wakil Ketua DPRD DKI, M.Taufik menyampaikan daftar itu disela Rakorda DPD DKI Gerindra di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).
Inilah 4 daftar kepala dinas yang mesti diganti versi anggota dewan :
1. Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta (BPPBJ DKI)
Taufik menilai kinerja Kepala BPPBJ DKI, Indrastuty Rosari Okita amat buruk sejak menjabat beberapa bulan lalu.
Apalagi di akhir tahun Indrastuty melakukan kesalahan yang tak perlu. Terlalu takut mengambil resiko dan terkesan tak paham aturan.
Kesalahan fatal Indrastuty Terutama terkait lelang dini penyediaan makan RSUD, panti asuhan, serta penyedia jasa seluler dan telepon yang belum dilakukan sampai pertengahan Desember 2017.
"Dia mau pasien RSUD, terus anak panti asuhan pada kelaparan dan internet mati semua awal tahun nanti. Ini konyol sekali. Harusnya kan yang seperti itu dilelang dari sekarang supaya Januari 2018 nggak putus pelayanannya. Ini kan tanda orang nggak teliti kerjanya," ujar Taufik.
Bahkan Indrastuty tak melakukan 1 pun lelang dini di tahun 2017. Padahal tahun 2016 lalu, di akhir tahun seperti saat ini BPPBJ DKI sudah melelang proyek senilai Rp 14 triliun.
Taufik menyebut Indrastuty merupakan kepala dinas pertama yang mesti diganti karena kekonyolannya itu.
2. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI (Disparbud DKI)
Taufik menilai Kadisparbud DKI, Tinia Budiati mesti diganti karena melakukan serangkaian kelalaian pengawasan ke anak buahnya dan tak patuh ke Anies-Sandi.
"Dan dia kurang kreatif," kata Taufik disela Rakorda DPD DKI Gerindra di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).
Kelalaian pengawasan terlihat di kasus Diskotek MG yang ternyata izinnya sudah habis sejak 2015 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161022m-taufik-apresiasi-atas-launching-komunitas-peduli-bpjs-ketenagakerjaan_20161022_143502.jpg)