47 Bangunan di Jakarta Timur Bakal Jadi Cagar Budaya
Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur berencana menjadikan 47 bangunan di Jakarta Timur sebagai cagar budaya.
Penulis: Joko Supriyanto |
WARTA KOTA, CAKUNG - Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur berencana menjadikan 47 bangunan di Jakarta Timur sebagai cagar budaya.
47 bangunan tersebut terdiri dari rumah, gedung, dan tempat ibadah. Rencana tersebut diharapkan bisa terealisasi pada tahun depan.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Timur Iwan Wardhana mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata 47 bangunan yang ada.
Baca: Pakta Integritas Partai Golkar Tak Berlaku untuk Setya Novanto
Nantinya, seluruh bangunan yang tersebar di 10 kecamatan itu dimungkinkan sebagai cagar budaya. Saat ini pihaknya tengah mengkaji rencana tersebut.
"Saat ini pendataan masih terus kami lakukan terhadap seluruh bangunan yang ada," kata Iwan, Senin (18/12/2017).
47 lokasi yang dijadikan cagar budaya, menurut Iwan, seluruh bangunannya memenuhi beberapa persyaratan untuk cagar budaya. Sehingga, bangunan dengan gaya pembangunan model lama itu dianggap cocok menjadi cagar budaya.
Baca: Dufan Mati Listrik, Begini Penampakan Kengerian di Wahana Halilintar
"Temuan ke-47 lokasi yang akan dijadikan cagar budaya itu juga sudah kami sampaikan ke Wali Kota Jakarta Timur dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan," jelasnya.
Iwan menyebut beberapa lokasi yang akan dijadikan cagar budaya itu, di antaranya terdapat di Kecamatan Matraman sebanyak lima lokasi, Pulogadung enam, Jatinegara 30, dan Kramatjati tiga lokasi. Selanjutnya, Pasar Rebo satu, Cakung satu, dan Cipayung satu.
"Kalau di Kecamatan Ciracas dan Duren Sawit, sejauh ini masih belum ditemukan," ujarnya.
Baca: Berkat Perhutanan Sosial, Masyarakat Desa Tebing Siring Tanah Laut Kini Bisa Sering Ganti Baju
Dari seluruh lokasi yang akan dijadikan cagar budaya itu di antaranya adalah gedung perusaahan film negara (PFM), rumah tinggal di Jatinegara, Panti Asuhan Pa Van der steur, Masjid Aasalfiyah, dan bekas Gedung Kodim.
"Setelah semua ditetapkan, nantinya Jakarta Timur akan memiliki objek wisata yang berhubungan dengan cagar budaya," jelas Iwan.
Setelah semua terwujud, sambung Iwan, pihaknya akan menggandeng sekolah-sekolah yang ada. Karena, ke depannya Sudin Pariwasata dan Kebudayaan akan membuat wisata sejarah dan budaya untuk anak-anak.
"Istilahnya edukasi budaya ke anak-anak. Misalnya mereka berkunjung ke lokasi dan akan mendapat cerita, nanti juga akan digabung dengan wisata religi," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/masjid-assalafiyah-di-jakarta-timur_20171219_074249.jpg)