Wakil Ketua Dewan Sakit Kuping Dengar Alasan Serapan APBD Pemprov DKI Tak Maksimal
Wakil Ketua DPRD DKI, M. Taufik mengaku gondok dengan alasan Saefullah.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
WARTA KOTA, GAMBIR -- Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, M Taufik, jengkel dengan alasan Sekda DKI, Saefullah soal rendahnya serapan APBD Pemprov DKI tahun 2017.
Taufik menyebut alasan Saefullah bikin kupingnya sakit dan jengkel.
Serapan anggaran Pemprov DKI sampai menjelang akhir Desember 2017 belum bergerak di angka 68 persen atau Rp 42 triliun.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI, Saefullah mengakui serapan anggaran pemprov 2017 diprediksi hanya mencapai 86 persen.
"Sulit untuk capai 90 - 100 persen,’’ kata Saefullah.
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu menerangkan, serapan anggaran tidak maksimal karena beberapa penyebab.
Di antaranya efisiensi lelang, dan proyek yang tidak selesai. Proyek yang tidak selesai misalnya pembangunan rumah susun (rusun) dan pembangunan waduk.
Pada 2017 Pemprov DKI, menargetkan pembangunan 17 tower rusun.
Namun, hanya selesai delapan, sembilan lainnya sudah bisa dipastikan mangkrak.
’’Ada beberapa kantor kelurahan juga tidak selesai,’’ kata Saefullah.
Menurut Saefullah, angka 86 persen merupakan prediksi paling realistis.
Dia menyadari serapan anggaran untuk tahun 2017 tidak bisa mencapai 100 persen.
’’Penghujung tahun seperti ini jangan sampai nanti kesannya mengada-ada,’’ kata Saefullah.
’’Ya lebih tinggi dari tahun lalu. Tahun lalu itu 82 persen. 4-5 persen lah naiknya,’’ ucap Saefullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/taufik_20171101_022157.jpg)