Gempa Bumi Terkini
Waspada Tsunami, Air laut Mulai Terlihat Surut Warga Mengungsi
Menurutnya, banyak orang lari-lari dan panik dengan menggunakan kendaraan bermotor.
WARTA KOTA, PALMERAH--Warga Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat sempat panik berlarian ke luar rumah saat gempa bumi kekuatan 7,3 SR mengguncang pantai Selatan Jawa tepatnya di Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Iya tadi pada ke luar rumah, panik lari-lari," ujar Irfan warga Pangandaran saat dikonfirmasi Tribunnews, Sabtu(16/12/2017) dinihari. Irfan juga menceritakan detik-detik saat gempa bumi mengguncang.
Menurutnya, banyak orang lari-lari dan panik dengan menggunakan kendaraan bermotor. Banyak dari ibu-ibu dan anak-anak kecil berlarian di jalan raya di Pangandaran.
"Alhamdulillah saya tidak apa-apa, cuma ramai banget disini," ujarnya. Irfan juga sempat mendengar sirene tanda tsunami berbunyi meraung-raung kencang.
"Tapi anu alarm pas gempa sempat bunyi kencang," kata dia.
Baca: Tiga Kali Gempa Susulan Landa Tasikmalaya, Warga Diimbau Tetap Tenang
Mengantisipasi adanya korban jiwa akibat gempa bumi, Basarnas Jabar melalui Koordinator Humas, Joshua Banjarnahor mengimbau agar masyarakat menjauhi pesisir pantai.
"Khusus masyarakat sekitar pantai selatan Jawa Barat, agar menjauhi pantai. Jika potensi Tsunami sudah berakhir, akan kami infokan selanjutnya," kata Joshua Banjarnahor, Sabtu (16/12/2017) dinihari.
Baca: Breaking News: Gempa Beruntun Goyang Jawa, Warga Gunung Kidul Bunyikan Kentongan
Info yang beredar menjelaskan bahwa, daerah pantai Cipatujah air laut mulai surut. Maka Joshua mengatakan agar masyarakat semuanya untuk menjauhi semua pantai.
Terdapat beberapa kali gempa susulan di sepanjang pantai selatan, Garut hingga Cilacap.
"Info dari radio RPU Cikuray, di daerah Cipatujah, air laut mulai surut," kata Joshua Banjarnahor.
Gempa bumi mengguncang hampir seluruh wilayah di Jawa Barat, Jumat (15/12/2017) sekira pukul 23:47 WIB.
Gempa tersebut diperkirakan berkekuatan 7.3 SR yang berpusat di laut 43 Kilometer Barat Daya, Kabupaten Tasikmalaya.
"Titik gempa ada dua, di Sukabumi dan Tasikmalaya. Tim Rescue dan potensi SAR telah dipersiapkan di Tasikmalaya, Pangandaran dan Garut," kata Koordinator Humas SAR Bandung Joshua Banjarnahor.
Pihak penyelamat dan pihak terkait lainnya sedang melakukan pemantauan di lapangan.
SAR sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG dan pihak lainnya.
Sementara itu, warga yang tinggal di pinggir pantai kawasan Garut, tepatnya di Kecamatan Cikajang mulai mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.
Hal tersebut menyusul guncangan gempa bumi 7,3 SR di kawasan selatan Jawa tepatnya di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kasatpolairud Polres Garut, AKP Tri Andri menuturkan begitu gempa terjadi, warga langsung berhamburan keluar rumah.
"Gempanya sangat terasa sekali. Warga langsung keluar dan menuju tempat evakuasi yang telah ditentukan," kata Tri melalui pesan singkat, Sabtu(16/12/2017).
Tri menyebut untuk sementara belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa.
Pihaknya masih melakukan pemantauan karena adanya potensi tsunami yang dikeluarkan BMKG.
Sementara itu pasca gempa yang melanda wilayah Kabupaten Garut, satu rumah di Kecamatan Cikajang dilaporkan rusak.
Camat Cikajang, Rahmat menuturkan satu rumah yang dilaporkan rusak yakni milik Ujang, warga Kampung Sukatambah, RT 4/4, Desa Cipangramatan. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan pascagempa.
"Ada satu yang rusak. Kami masih cek ke setiap lokasi," ujar Rahmat melalui pesan singkat.
Beredar kabar adanya penyusutan air laut di kawasan Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2017) malam.
Kabar itu viral melalui grup Whatsapp.
Namun demikian, Koordinator Basarnas Jepara, Mulwahyono mengabarkan kondisi di Cilacap masih aman.
"Pantai Teluk Penyu di belakang kantor kami masih stabil. Tak ada penyusutan air laut seperti kabar yang beredar," ucapnya melalui telepon.
Mul, sapaannya, berujar masyarakat yang tinggal di dekat pantai sudah meninggalkan rumah.
Pemkab Cilacap telah menghimbau masyarakat menjauhi pantai dalam radius 1 kilometer.
"Malam ini ada pergerakan warga yang rumahnya berdekatan pantai ke arah area Jeruklegi. Itu jaraknya lebih dari satu kilometer. Dataran tinggi," kata Mul.
Dia berharap Cilacap tidak terkena tsunami, seperti prediksi BMKG.
"Kami tetap waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi," imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150914-tsunami_20150914_154606.jpg)