DWP 2017 Dihujat, Ormas Betawi Pasang Badan Buat Anies-Sandi
Sejumlah organisasi massa menghujat dan meminta Pemprov DKI membatalkan acara Djakarta Warehouse Project 2017
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
WARTA KOTA, GAMBIR -- Sejumlah organisasi massa (Ormas) menghujat dan meminta Pemprov DKI membatalkan acara Djakarta Warehouse Project 2017 (DWP 2017).
Bahkan Anies-Sandi sempat didemo Ormas untuk mendesak pembatalan acara tersebut.
Namun Ormas Betawi justru pasang badan untuk Anies-Sandi, apalagi Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI sudah mengeluarkan izin DWP 2017, Kamis (14/12/2017).
Wakil Ketua Umum Ormas Gerak Betawi, Dany Kusuma angkat suara terkait desakan tersebut.
Dany bingung dengan tekanan massa yang luar biasa kepada Gubernur Anies Baswedan agar acara konser musik event internasional itu dibatalkan.
"Kenapa tahun-tahun sebelumnya waktu Ahok (Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama) tidak ada protes? Giliran sekarang begitu rame dan gaduh? Ada apa ini?," kata Dany kepada wartawan, Kamis (14/12/2017) malam.
Tapi Dany mengaku senang setelah mengetahui hari ini pagelaran musik yang akan diisi tarian budaya Indonesia itu sudah mengantongi izin.
Dikatakannya, tarian tradisonal merupakan permintaan warga Kemayoran, Jakarta Pusat sekaligus untuk ajang kreatifitas anak muda.
"Berarti Pak Anies-Sandi responsif. Sebab, diadakannya tarian tradisional khas Indonesia merupakan permintaan warga Kemayoran, kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno (Sandi Uno). Sehinga kegiatan itu akan dikolaborasi dengan budaya lokal bangsa," kata Dany.
Dany mendukung setiap kegiatan yang menampilkan khas budaya daerah.
"Apalagi, ini acara besar level internasional yang akan menghasilkan pendapatan daerah yang sangat besar," katanya.
Dia pun menolak anggapan acara DPW akan merusak moral bangsa.
Menurutnya, justru pagelaran DWP tiap tahun tersebut untuk membuat bangga Indonesia.
Lewat acara ini Dany berharap budaya lokal tanah air bisa dipromosikan kepada dunia internasional.
"Ini Jakarta, Ibu Kota Negara. Tentu acara-acara bernuansa musik tidak bisa dilarang. Musik adalah bahasa yang universal dan ajang seni. Selama tidak melanggar aturan yasilakan, apapun boleh disini," jelas Dany.
"Justru, kita sebagai tuan rumah ingin membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan mampu membuat acara musik bertaraf internasional dengan baik," ucap Dany.
Apalagi, Dany menambahkan, acara DWP dapat mendorong perekonomian negara yang lumayan besar.
Menurut Dany, DWP juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian.
"Kita tahu, akar rumput sekarang semuanya bergerak, semua hotel di sekitar kemayoran sudah penuh. Pengunjung asing dari Singapur, Malaysia, Thailand, hingga Jepang semuanya padat. Ini bagus bagi Pemda DKI dan Indonesia," kata Dany.
Dany mengajak publik tidak berpikir linier, tapi lateral terhadap acara semacam DWP 2017.
Sebab acara itu bisa memotivasi masyarakat bahwa budaya Indonesia bisa bersaing dengan budaya luar.
"Di acara DWP itulah kita bisa menghadirkan pertunjukan budaya Indonesia, seperti tari ataupun musik tradisional kebanggaan kita," jelas Dany.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171214demo-tolak-dwp2_20171214_232602.jpg)