Dinilai Meresahkan, Satpol PP Depok Jaring 15 Pengamen Jalanan
Menurutnya, apa yang dilakukan para pengamen selama ini cukup meresahkan warga.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Sebanyak 15 pengamen jalanan dijaring Satpol PP Kota Depok dalam operasi penjangkauan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), di sejumlah jalan utama di Depok, Selasa (12/12/2017) malam.
Mereka kemudian akan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok setelah didata, untuk dibina. Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Depok Dudi Miraz kepada wartawan di Balai Kota Depok, Rabu (13/12/2017).
"Kita lakukan operasi ini untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, agar makin kondusif. Tadi malam kami berhasil menjaring 15 orang pengamen yang biasa beroperasi di angkutan umum atau lampu merah di Depok," kata Dudi.
Menurutnya, apa yang dilakukan para pengamen selama ini cukup meresahkan warga. Karena selain membahayakan diri mereka sendiri, juga orang lain.
"Sebab mereka naik ke angkot dari pinggir jalan saat angkot berjalan. Dan turun juga begitu," jelas Dudi.
Mereka yang terjaring, lanjutnya, kemudian didata dan diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) untuk dibina.
Biasanya, kata Dudi, pihaknya kerap melakukan penjangkauan di beberapa titik yang disinyalir menjadi tempat berkumpulnya para PMKS, seperti di Jalan Margonda, Juanda, Siliwangi, Dewi Sartika, Nusantara, dan Sawangan. PMKS yang dimaksud antara lain pengamen, pedagang asongan, pengemis, anak jalanan serta Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/satpol-pp-depok-jaring-pengamen-jalanan_20171213_201342.jpg)