100 Hari Anies Sandi
Begini Rencana Penataan Tanah Abang yang Dirahasiakan Anies-Sandi
Pemprov DKI Jakarta merahasiakan penataan kawasan Tanah Abang dari media dan masyarakat.
WARTA KOTA, GAMBIR -- Pemprov DKI Jakarta merahasiakan penataan kawasan Tanah Abang dari media dan masyarakat.
Anies-Sandi tak membolehkan satu pun kepala dinas bicara terkait penataan kawasan tersebut.
Hanya Anies Baswedan atau Sandiaga Uno saja yang boleh bicara.
Tapi berdasarkan berbagai informasi yang dihimpun Wartakotalive.com, penataan kawasan Tanah Abang yang serba rahasia ternyata diarahkan menguntungkan pedagang kaki lima (PKL).
Jalan Jatibaru Raya direncanakan menjadi lokasi penampungan PKL.
Satu jalur Jalan Jatibaru Raya di seberang Stasiun Tanah Abang akan ditutup dan jadi lokasi PKL.
Disitulah seluruh PKL dikumpulkan termasuk yang dari jalan kebon jati.
PKL akan ditumpuk di satu jalur jalan yang sengaja ditutup dari arus lalu lintas di Jalan Jatibaru Raya.
Satu jalur jalan lainnya, yakni arah Slipi-Petamburan menuju Jalan Abdul Muis/Jalan MH Thamrin/Jalan Kebon Sirih yang melintas depan Stasiun Tanah Abang tetap dibuka.
Sedangkan kendaraan dari arah Jalan MH Thamrin maupun Tanah Abang Blok A/Blok B tak boleh masuk ke Jalan Jatibaru Raya.
Tetapi kendaraan dari arah itu mesti langsung naik ke flyover.
Jalan Kebonjati di dekat Pasar Blok G tetap dibuka untuk arus lalu lintas, terutama kendaraan dari arah Slipi-Petamburan.
Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga, memberi catatan terkait rencana tersebut.
Menurut Nirwono, penyelesaian masalah di kawasan Tanah Abang harus berupa konsep penataan tidak parsial.
"Tak boleh hanya fokus pada PKL saja. Tapi harus menyeluruh dan tuntas bagaimana kawasan itu 20 - 50 tahun ke depan sebagai kawasan terpadu pusat perdagangan internasional," kata Nirwono ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (12/12/2017)