Jumat, 10 April 2026

Setahun Bertugas di Solo Mengubah Jalan Hidup Hadi Tjahjanto

Bahkan, kata Dwi, tanda-tanda kebesaran Hadi juga belum tampak hingga dia berpangkat kolonel.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jenderal Gatot Nurmantyo bersama pejabat baru Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, melakukan salam komando usai upacara serah terima jabatan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Sabtu (9/12/2017). Marsekal Hadi Tjahjanto resmi menjabat sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. 

WARTA KOTA, CIKINI - Marsekal Pertama (purnawirawan) Dwi Badarmanto mengingat betul sosok Hadi Tjahjanto, saat masih menempuh pendidikan Akabri di Magelang, Jawa Tengah.

Dwi adalah angkatan 1983, sedangkan Hadi adalah angkatan 1986. Dwi memang bukanlah kakak asuh Hadi, karena saat Hadi masuk, Dwi sudah tingkat keempat.

Menurut Dwi, sosok Hadi saat itu belum menampakkan aura menjadi perwira tinggi yang berhasil menduduki kursi Kepala Staf TNI Angkatan Udara, bahkan Panglima TNI.

Baca: Jalan Tuhan Membawa Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI

"Tidak tampak saat itu. Justru yang tampak teman-teman yang lain. Belum begitu tampak waktu masih pendidikan," kata Dwi saat ditemui di Cikini, Jakarta, Sabtu (9/12/2017).

Ternyata, lepas pendidikan dan menjadi perwira remaja juga belum menunjukkan tanda-tanda Hadi akan menjadi nomor satu di korps TNI. Hadi hanya bertugas sebagai pilot penerbang pesawat angkut ringat Casa.

Pekerjaan itu kalah jauh dibandingkan para pejabat KSAU sebelumnya, yang rata-rata adalah penerbang top atau figther. Seingat Dwi, hanya satu pilot helikopter yang menjadi KSAU.

Baca: BREAKING NEWS: KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto Calon Tunggal Pengganti Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Bahkan, kata Dwi, tanda-tanda kebesaran Hadi juga belum tampak hingga dia berpangkat kolonel. Namun di situlah Jalan Tuhan yang bekerja di hidup Hadi. Tahun 2010, Hadi ditunjuk menjadi Komandan Pangkalan Udara Adisumarno, Surakarta.

Di situlah dia bertemu Joko Widodo, yang kala itu masih menjadi Wali Kota Solo. Walau cuma bertugas setahun di sana, Dwi meyakini itu membawah perubahan besar bagi hidup Hadi.

Tahun 2014, Jokowi melepaskan jabatannya dari Gubernur DKI Jakarta dan menjadi Presiden RI. Pada tahun itu pula, karier Hadi naik. Dimulai dengan menjadi kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara dan berpangkat Marsekal Pertama, Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, dan tahun 2015 bertugas di Sekretariat Militer Presiden Joko Widodo.

Baca: Panglima TNI, KSAD, dan KSAL Antar Marsekal Hadi Tjahjanto ke DPR

Hadi yang saat itu sudah berpangkat Marsekal Muda, kemudian naik pangkat lagi menjadi Marsekal Madya, karena mendapat tugas sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada November 2016.

Hanya tiga bulan Hadi bertugas di sana. Dia kemudian terpilih menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara menggantikan Marsekal Agus Supriatna. Desember 2017, dia menjadi calon tunggal yang diajukan Presiden ke DPR, menggantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang pensiun pada Maret 2018.

"Ketemu Pak Jokowi itu jalan Tuhan," ucap Dwi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved