Indonesia Menempati Urutan ke-8 untuk Kebutuhan E-Learning
Menurut data elearningindustry.com, industri pendidikan online di Indonesia menempati urutan ke-8 di seluruh dunia.
Penulis: | Editor: Dian Anditya Mutiara
“Kerjasama PPB Atma Jaya dengan Squline berfokus pada pembuatan kurikulum yang up to date dan disesuaikan dengan relevansi kehidupan sehari-hari,” ujar Tomy kepada wartawan saat diskusi tentang ‘Bagaimana Teknologi Membantu Pendidikan di Tanah Air.
Serta Apa Saja Hal Menarik Yang Mungkin Terjadi Di Tahun 2018 Pada Industri EdTech di Indonesia’ di Jakarta Smart City Hive, belum lama ini.
Selain itu, Squlilne juga akan menyediakan kurikulum dan materi belajar yang dievaluasi ataupun diperbaharui setiap enam bulan sekali.
Materi belajar Bahasa Inggris akan diadopsi ke platform Learning Management System (LMS) milik Squline.
“Tahun depan kami akan meluncurkan fitur baru, yaitu chatting with teacher,” ujar Tomy.
Kepala PPB Atma Jaya Katharina Endriati Sukamto mengatakan, kerjasama dengan Squline didasari bahwa teknologi sudah jadi kebutuhan utama di dunia, termasuk pendidikan bahasa.
Kerja sama dengan Squline untuk meluncurkan kurikulum Bahasa Inggris agar mudah diakses dan dipelajari oleh siswa siswi di tanah air.
“Harapan kami, dengan kerjasama ini sistem dan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia menjadi lebih baik dan lebih memberi manfaat positif bagi para pembelajar Bahasa Inggris,” ujar Katharina di kesempatan yang sama.
Dari sisi harga, Squline mematok biaya kursus mulai dari Rp 500 ribu/bulan, satu minggu dua kali dan masing-masing selama 25 menit.
Selain belajar Bahasa Inggris untuk pemula, Squline juga menyediakan kelas belajar untuk anak-anak dan juga profesional muda yang ingin lebih fasih berbahasa Inggris.
“Sebagian besar atau 80 persen pembelajaran yang dipilih Bahasa Inggris. Sisanya baru belajar Bahasa Mandarin dan Jepang,” ujar Tomy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sertifikasi_20161221_191052.jpg)