Warga Membeludak Saat Pembayaran Pembebasan Lahan Runway 3 Bandara Soetta
Masyarakat yang pemukimannya terdampak proses pembebasan proyek pembangunan landasan pacu pesawat atau runway 3 Bandara Soetta.
WARTA KOTA, TANGERANG - Warga berbondong - bondong mendatangi Gedung AME Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Kamis (7/12/2017).
Mereka merupakan masyarakat yang pemukimannya terdampak proses pembebasan proyek pembangunan landasan pacu pesawat atau runway 3 Bandara Soetta.
Pada hari Kamis dilakukan pembayaran terhadap warga yang lahannya dibebaskan.
Pantauan Warta Kota di lokasi, masyarakat pun berkerumun menunggu antrean.
Bahkan mereka juga membawa sanak keluarganya.
Warga terlihat membeludak dan menyesaki ruangan.
Pembangunan landasan pacu pesawat itu direncanakan akan mulai dibangun pada awal triwulan kedua tahun 2018.
Pengadaan lahannya pun terus dikebut.
Saat ini PT Angkasa Pura II telah mengakuisisi lahan warga kurang lebih 33 persen dari total yang dibutuhkan.
Dua desa yang bisa dibilang cukup luas belum dibebaskan yakni Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas.
Ketua Tim Pembebasan Tanah Bandara Soetta, Bambang Sunarso menjelaskan jajarannya mulai melakukan pembayaran ganti kerugian kepada pemilik lahan yang terdampak di Desa Rawa Burung, Kabupaten Tangerang.
"Hari ini kami bayarkan ganti kerugian 63 bidang lahan kepada 58 pemilik dengan luasan 23.436 meter persegi sebesar Rp. 52 milyar lebih," ujar Bambang saat dijumpai di Gedung AME Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (7/12/2017).
Ia menambahkan pihaknya juga telah membayarkan ganti kerugian kepada 23 pemilik bidang lahan di desa yang sama.
Dengan total ganti kerugian sebesar Rp. 19 milyar.
Menurut Bambang, pembebasan di kedua desa yang berada di sebelah utara Bandara Soetta tersebut berjalan lancar.
Dan tidak terdapat kendala berarti.
"Sejauh ini semua berjalan dengan lancar. Paling lambat Maret 2018 sudah kelar, target April. Kendalanya paling adminitrasi surat menyurat dan Pajak Bumi Bangunan saja," katanya.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyebut untuk pembangunan runway 3 paling lambat dapat dilaksanakan pada awal April 2018.
"Runway-nya paling cepat di akhir triwulan pertama 2018, mudah - mudahan awal triwulan kedua sudah mulai divangun. Dan pembangunannya selama 18 bulan," papar Awalludin.
Luas tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan runway 3 Bandara Soetta ini kurang lebih 216 hektare.
Dengan rincian, 42,8 hektare tanah yang merupakan aset AP II dan lahan yang akan dibebaskan kurang lebih 173,19 hektare.
Keberadaan landasan pacu baru itu bertujuan guna perluasan Bandara.
Terlebih kapasitas pesawat banyak menumpuk di pesawat tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20171208-pembebasan-lahan_20171208_074523.jpg)