Rabu, 29 April 2026

Nafal Diduga Kehilangan Kendali di Jalan Berliku

Melihat kerusakan sepeda, ada dugaaan Nafal Quryanto (28) kehilangan kendali saat melintasi jalan turunan berliku sehingga terjatuh ke jurang.

Tayang:
facebook
Nafal saat berada di Kamboja. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Hingga Jumat (8/12/2017) pukul 19.30, petugas dari KBRI New Delhi masih berkoordinasi dengan rumah sakit di kawasan terpencil di Negara Bagian Uttarakhand, India untuk mengurus pemulangan jenazah Nafal Quryanto (28) ke Indonesia.

Pesepeda jarak jauh asal Bogor, Jawa Barat itu ditemukan meninggal dunia di dasar jurang di kawasan tersebut, Rabu (6/12) lalu.

Enam bulan lalu Nafal memulai perjalanan bersepeda keliling Asia yang dimulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos.

Ia kembali ke Bangkok lalu terbang ke India dan melanjutkan bersepeda dari Negara Bagian Jaipur pada 18 November dengan tujuan ke Nepal.

Staf Penerangan dan Sosial Budaya KBRI New Delhi Muhammad Ikhsan yang dihubungi Warta Kota semalam menjelaskan, ada beberapa staf Bagian Konsuler KBRI yang berangkat ke Gopeshwar, kota kecil di kaki Gunung Nanda Devi (7.816m) yang masuk Negara Bagian Uttarakhand.

RS Chomali di Joshimath, Uttarakhand, tempat jenazah Nafal disemayamkan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
RS District Hospital Gopeshwar di Gopeshwar, Uttarakhand, tempat jenazah Nafal disemayamkan dengan latar belakang kawasan pegunungan. (istimewa)

Para staf KBRI berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengurus jenazah Nafal yang disemayamkan di District Hospital Gopeshwar dan akan dipulangkan secepatnya ke Indonesia.

Belum didapat informasi lebih terperinci perihal kecelakaan yang menimpa Nafal karena nyaris tidak ada sinyal komunikasi di sekitar lokasi yang berupa daerah bergunung-gunung.

Banyak kenangan yang ditinggalkan Nafal yang cukup rajin mengunggah perjalanannya di akun pribadi maupun inditbicycle di facebook.

Nafal bersepeda dengan latar belakang pagoda.
Nafal bersepeda dengan latar belakang pagoda. (facebook)

Informasi yang berhasil dihimpun, saat ditemukan, tubuh Nafal masih berada di dekat sepedanya dan relatif utuh, tidak ada luka terbuka yang berarti. Hanya saja Nafal mengalami cedera berat di bagian kepala.

Lokasi sekitar tempat kecelakaan disebut sangat sepi dan jauh dari rumah penduduk sehingga almarhum baru ditemukan diduga 2-3 hari setelah kejadian.

   

Di satu sudut jalanan di Kamboja.
Di satu sudut jalanan di Kamboja. (facebook)

Barang-barang, termasuk pannier depan-belakang juga masih menempel di rangka sepeda. Tidak ada yang berserakan di jalan atau area sekitar lokasi penemuan.

Mantan pelatih nasional balap sepeda Puspita Mustika Adya mengatakan, kalau melihat kerusakan yang terjadi di sepedanya, kemungkinan korban terjatuh dari ketinggian hingga ke dasar jurang.

Puspita mengatakan, ada kemungkinan kecelakaan itu terjadi di daerah turunan curam dan jalanannya berkelok-kelok.

Karena beban pannier yang berat, daya cengkeram rem berkurang dan kecepatan sangat tinggi sehingga kesulitan mengontrol sepeda.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved