Nafal Diduga Kehilangan Kendali di Jalan Berliku
Melihat kerusakan sepeda, ada dugaaan Nafal Quryanto (28) kehilangan kendali saat melintasi jalan turunan berliku sehingga terjatuh ke jurang.
WARTA KOTA, PALMERAH-Hingga Jumat (8/12/2017) pukul 19.30, petugas dari KBRI New Delhi masih berkoordinasi dengan rumah sakit di kawasan terpencil di Negara Bagian Uttarakhand, India untuk mengurus pemulangan jenazah Nafal Quryanto (28) ke Indonesia.
Pesepeda jarak jauh asal Bogor, Jawa Barat itu ditemukan meninggal dunia di dasar jurang di kawasan tersebut, Rabu (6/12) lalu.
Enam bulan lalu Nafal memulai perjalanan bersepeda keliling Asia yang dimulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos.
Ia kembali ke Bangkok lalu terbang ke India dan melanjutkan bersepeda dari Negara Bagian Jaipur pada 18 November dengan tujuan ke Nepal.
Staf Penerangan dan Sosial Budaya KBRI New Delhi Muhammad Ikhsan yang dihubungi Warta Kota semalam menjelaskan, ada beberapa staf Bagian Konsuler KBRI yang berangkat ke Gopeshwar, kota kecil di kaki Gunung Nanda Devi (7.816m) yang masuk Negara Bagian Uttarakhand.
Para staf KBRI berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengurus jenazah Nafal yang disemayamkan di District Hospital Gopeshwar dan akan dipulangkan secepatnya ke Indonesia.
Belum didapat informasi lebih terperinci perihal kecelakaan yang menimpa Nafal karena nyaris tidak ada sinyal komunikasi di sekitar lokasi yang berupa daerah bergunung-gunung.
Banyak kenangan yang ditinggalkan Nafal yang cukup rajin mengunggah perjalanannya di akun pribadi maupun inditbicycle di facebook.
Informasi yang berhasil dihimpun, saat ditemukan, tubuh Nafal masih berada di dekat sepedanya dan relatif utuh, tidak ada luka terbuka yang berarti. Hanya saja Nafal mengalami cedera berat di bagian kepala.
Lokasi sekitar tempat kecelakaan disebut sangat sepi dan jauh dari rumah penduduk sehingga almarhum baru ditemukan diduga 2-3 hari setelah kejadian.
Barang-barang, termasuk pannier depan-belakang juga masih menempel di rangka sepeda. Tidak ada yang berserakan di jalan atau area sekitar lokasi penemuan.
Mantan pelatih nasional balap sepeda Puspita Mustika Adya mengatakan, kalau melihat kerusakan yang terjadi di sepedanya, kemungkinan korban terjatuh dari ketinggian hingga ke dasar jurang.
Puspita mengatakan, ada kemungkinan kecelakaan itu terjadi di daerah turunan curam dan jalanannya berkelok-kelok.
Karena beban pannier yang berat, daya cengkeram rem berkurang dan kecepatan sangat tinggi sehingga kesulitan mengontrol sepeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/nafal_20171208_194613.jpg)