Selasa, 5 Mei 2026

Bank Dunia Sebut Kelas Menengah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Laporan terbaru Bank Dunia menyatakan peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia bisa menjadi upaya untuk mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi

Tayang:
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pekerja terus mengerjakan pembangunan rel Mas Rapid Transit (MRT) di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Laporan terbaru Bank Dunia menyatakan peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia bisa menjadi upaya untuk mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi dan memperluas tingkat kesejahteraan.

"Kelas menengah memegang kunci untuk membuka potensi Indonesia. Penting bagi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan kelompok ini di semua lini," kata Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan pertumbuhan kelas menengah yang lebih besar bisa membantu percepatan pertumbuhan konsumsi dan mendukung terciptanya tata kelola yang lebih memadai.

Selain itu, pertumbuhan kelas menengah bisa memberikan bantuan pendapatan melalui sektor pajak yang dibutuhkan untuk penyediaan layanan umum seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan serta penciptaan lapangan kerja.

Sebaliknya, kelompok yang gagal memperbaiki tingkat ekonomi dan tidak mampu menjadi kelas menengah dapat menyebabkan masyarakat itu terpolarisasi dan rentan.

Untuk itu, pemerintah perlu memberikan dukungan agar terjadi peningkatan kualitas pendidikan maupun keterampilan penduduk serta penciptaan lapangan kerja yang disertai oleh perlindungan sosial yang memadai.

"Dengan dukungan tersebut, kelompok kelas menengah akan tumbuh dengan cepat dan mendorong negara maupun kawasan ini menuju masa depan lebih cerah," ujar Chaves.

Laporan Bank Dunia memperlihatkan sebanyak 45 persen penduduk di Indonesia saat ini merupakan kelompok yang ingin menjadi kelas menengah.

Ciri dari kelompok ini adalah mereka tidak lagi miskin, namun rentan untuk jatuh miskin. Kelompok ini belum mencapai tingkat kemapanan ekonomi dan belum memiliki gaya hidup kelas menengah.

Sementara itu, juga terdapat 35 persen penduduk yang masih miskin dan rentan jatuh miskin, yang membutuhkan perhatian pemerintah agar mampu keluar dari kemiskinan.

Bank Dunia mencatat saat ini sebanyak 52 juta orang masuk ke kelas menengah dan memberikan kontribusi sebesar 43 persen dari keseluruhan total konsumsi rumah tangga.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong jutaan penduduk Indonesia masuk ke kelas menengah adalah dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang bisa memberikan pendapatan kelas menengah.

Untuk itu, para pekerja perlu dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan, yang berarti perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan.

Pembenahan juga diperlukan dalam lingkungan usaha, yaitu melalui reformasi peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan dan pembatasan investasi serta penyediaan akses jaminan sosial yang baik.

Laporan Bank Dunia ini juga mengusulkan adanya kontrak sosial yang baru untuk penyediaan layanan yang memadai agar kelas menengah tumbuh dengan cepat.

Sumber:
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved