Kamis, 9 April 2026

Media Sosial

Cerita Ibu Dalam Commuter Line, Ini Pesan Menteri Agama

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar masyarakat dapat bijak bersosial media.

WARTA KOTA, PALMERAH -- Berkaca pada beragam cerita, termasuk kisah sang ibu menggendong bayi dalam commuter line yang berdiri di antara dua orang dewasa yang tengah duduk tertidur pulas, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar masyarakat dapat bijak bersosial media.

"Kata Om @nukman di tv, di sosmed itu 'yg benci jadi makin benci dan yg cinta jadi makin cinta.' Mari bersosmed agar 'yg benci jadi cinta dg cara yg cinta mengajak yg benci jadi cinta?'," tulisnya lewat akun @lukmansaifuddin pada Rabu (29/11/2017).

Status Lukman pun diposting ulang oleh Nukman Lutfi @nukman.

Menurutnya, berpikir kritis adalah kunci dalam berkomunikasi, sehingga setiap kabar miring selayaknya dicerna terlebih dahulu sebelum akhirnya disebarluaskan kembali.

"Berpikir kritis itu kunci literasi informasi dan kecakapan berkomunikasi. Setiap ada kabar miring, curigai dan cerna dulu sebelum disebar," tulisnya.

Beragam komentar pun bermunculan, sebagian besar mendukung, tidak jarang juga menyindir Lukman dengan beragam ungkapan.

Seperti halnya Jennifer Darling T lewat akun @jennife65778594 yang mendukungnya karena orang yang mengerti cinta menurutnya dapat menebar kebajikan tanpa mengenal latar belakang seseorang.

"Sanngat S7 Pak @lukmansaifuddin , *karna orang yg mengerti dan paham bahasa cinta yang dapat menabur kebajikaan tanpa pandang bulu*," tulisnya bersamaan dengan Sufyan Akhmad

@SufyanAkhmad 'Aamiin pak yai...semoga semua warga negara saling mencintai, jadi adem tentrem walaupun beda pandangan, beda keyakinan. Karena semua adalah makhlukNya'.

Sementara @adang_setiadana menilai media sosial tidak dapat disetarakan. Sebab, dirinya menduga jika perang media sosial saat ini berkaitan dengan politik atau ideologi.

"Kalo dugaan sy sih ini urusannya politik/ideologi..jujur ya Pak..," tulisnya.

Serupa, akun bernama @Iskandarjet menilai jika perang politik lewat media sosial selalu akan diwarnai pertentangan selama kubu penguasa dan oposisi terus menebar kebencian.

Menurutnya beruntung bagi generasi anak-anak saat ini yang tidak turut campur urusan politik saat ini.

"Perang politik di medsos gak akan diwarnai cinta selama kubu penguasa dan oposisi sama2 memproduksi kebencian, Ust. Untungnya kids jaman now gak suka obrolan politik orang dewasa. Jd gak ikut2an jd pembenci.. #literasimedia #sosmedsos," tulisnya.

Berita hoax hingga perdebatan yang seringkali terjadi di media sosial berawal dari sudut pandang pribadi, bukan realita sebenarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved