Kamis, 9 April 2026

Massa Ojek Online Bergerak Menuju Kemenhub dan Istana

Ratusan driver ojek online dari Gojek, Grab, dan Uber bergerak menuju Kementerian Perhubungan dan Istana Negara dari Lapangan IRTI Monas

Warta Kota/Hamdi Putra
Ratusan driver ojek online yang terdiri dari Gojek, Grab, dan Uber bergerak dari Lapangan IRTI Monas menuju Kementerian Perhubungan dan Istana Negara, Kamis (23/11). 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Ratusan driver ojek online yang terdiri dari Gojek, Grab dan Uber bergerak dari Lapangan IRTI Monas menuju Kementerian Perhubungan dan Istana Negara, Kamis (23/11) siang.

Aksi Longmarch mereka dikawal dan dipandu oleh mobil kepolisian

Mereka menuntut adanya payung hukum yang menaungi profesi mereka sebagai driver ojek online.

Personil Sabhara berjaga-jaga di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, dekat gerbang gedung Kementerian Perhubungan, Kamis (23/11).
Personil Sabhara berjaga-jaga di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, dekat gerbang gedung Kementerian Perhubungan, Kamis (23/11). (Warta Kota/Hamdi Putra)

Menurut mereka selama ini pemerintah terkesan acuh dan pilih kasih antara ojek online dan taksi online.

"Kami menuntut adanya payung hukum dari pemerintah terhadap kami para driver ojek online. Pemerintah jangan cuma peduli terhadap taksi online saja. Harus ada peraturan yang jelas juga untuk ojek online," teriak mereka dari atas mobil komando aksi.

"Kami menuntut Regulasi yang jelas dari pemerintah," teriak driver ojek online lainnya.

Fenomena kisruh ojek online yang terjadi selama dua tahun belakangan ini belum menemukan titik terang dan solusi yang berarti untuk keberadaan mereka.

"Banyak sekali perselisihan, perbuatan melawan hukum, bahkan tindak pidana yang diduga dilakukan oleh perusahaan penyedia aplikasi ojek online terhadap para drivernya," demikian ungkap press release yang diterima Warta Kota.

Sejumlah driver ojek online yang terdiri dari Gojek, Grab, dan Uber di barisan terdepan bergerak dari Lapangan IRTI Monas menuju Kementerian Perhubungan dan Istana Negara, Kamis (23/11).
Sejumlah driver ojek online yang terdiri dari Gojek, Grab, dan Uber di barisan terdepan bergerak dari Lapangan IRTI Monas menuju Kementerian Perhubungan dan Istana Negara, Kamis (23/11). (Warta Kota/Hamdi Putra)

"Mereka penyedia aplikasi ojek online sewenang-wenang dalam menentukan tarif. Ini karena tidak ada regulasi yang jelas dari pemerintah, seperti taksi online yang sudah ada regulasinya," jelas Andre, Koordinator Lapangan Aksi Ojek Online hari ini kepada Warta Kota.

Kami tidak takut kehilangan pekerjaan ini bang, antara hak dan tanggung jawab pihak terkait harus seimbang. Kami menyuarakan pendapat kami," ujar Dialektika, salah satu driver ojek online.

Selain itu, mereka juga menutut agar presiden Joko Widodo mendorong Menteri Perhubungan agar mau membuat regulasi mengenai keberadaan ojek online.

Hingga pukul 12 siang ini (23/11), ratusan driver ojek online ini sudah sampai di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Personil Sabhara tampak berjaga-jaga di depan gerbang gedung Kementerian Perhubungan dan di depan Istana.

Salain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat. Bahkan, polisi terpaksa harus menutup sementara arus lalu lintas yang mengarah dari Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Personil Sabhara berjaga-jaga di sepanjang Jalan Medan Merdeka Utara, dekat pintu gerbang Istana, Kamis (23/11).
Personil Sabhara berjaga-jaga di sepanjang Jalan Medan Merdeka Utara, dekat pintu gerbang Istana, Kamis (23/11). (Warta Kota/Hamdi Putra)

Namun, saat ini kondisi arus lalu lintas sudah berjalan normal kembali.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved